Pereli andalan Toyota Gazoo Racing, Elfyn Evans, sukses memperlebar keunggulan dan memperkuat cengkeramannya di puncak klasemen sementara Rally Japan. Melakoni putaran kedua di tahapan Obara (SS12) pada Sabtu siang, para pereli dihadapkan pada tantangan ekstrem berupa perubahan intensitas cahaya yang cepat, suhu udara yang sangat panas, serta permukaan aspal yang semakin kotor dan berdebu. Evans terbukti menjadi yang terbaik dalam menaklukkan kondisi sulit tersebut, mencatatkan waktu tercepat dan berhak keluar sebagai pemenang tahapan.
Kemenangan krusial di SS12 ini membuat Evans sukses menjauhkan diri dari kejaran rekan setimnya yang juga juara dunia delapan kali, Sebastien Ogier. Pria asal Wales tersebut berhasil mencuri tambahan waktu 2,3 detik dari Ogier, yang memicu spekulasi di paddock bahwa margin keunggulan Evans kini sudah berada di luar jangkauan sang rival. Menanggapi situasi tersebut, Evans memilih bersikap tenang dan menegaskan bahwa ia hanya akan terus fokus menjaga ritme mengemudi hingga garis finis, mengingat segala anomali mekanis maupun non-mekanis masih bisa terjadi di lintasan.
Pajari Temukan Pace Murni dan Ancaman Senyap Katsuta
Performa luar biasa kembali ditunjukkan oleh pereli muda Sami Pajari yang menempel ketat Evans di posisi kedua dengan selisih tipis 0,7 detik saja. Ketika ditanya mengenai lonjakan performanya yang sangat konsisten di barisan depan, pereli Finlandia tersebut hanya menjawab singkat bahwa ia telah berhasil menemukan pace murni dari kendaraannya. Sementara itu, pahlawan lokal Takamoto Katsuta masih tertahan di peringkat keempat overall. Tertinggal 23,2 detik dari Pajari di zona podium, Katsuta menegaskan tidak akan menyerah dan siap memangkas jarak satu demi satu detik sembari mengalihkan fokus berburu poin krusial pada sesi Super Sunday dan Power Stage hari Minggu.

Krisis Rem Tangan Hyundai Belum Berakhir
Di kubu rival, Adrien Fourmaux tampil sebagai pembalap terbaik bagi pabrikan Hyundai dengan mengamankan peringkat kelima sementara, meskipun jarak waktunya terpaut cukup jauh di belakang Katsuta. Berbeda dengan keceriaan Fourmaux yang menikmati cuaca hangat Jepang, nasib kurang beruntung masih membayangi langkah Thierry Neuville di posisi keenam. Pereli asal Belgia tersebut mengungkapkan bahwa sistem rem tangan mekanis pada mobil i20 N Rally1 miliknya kembali mengalami malfungsi dan terus memberikan kendala besar. Skuad teknisi Alzenau pun berencana untuk mengembalikan set-up suspensi dan differential ke konfigurasi lama demi memaksimalkan sisa tahapan pada hari Minggu.













Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!