WRC, Sportrik Media - Elfyn Evans menjelaskan penyebab mundurnya ia dari Safari Rally Kenya 2026 setelah mobil Toyota Gazoo Racing GR Yaris Rally1 miliknya mengalami kerusakan serius pada suspensi belakang kanan di SS13 Sleeping Warrior. Insiden tersebut menjadi retire pertama Evans di Kejuaraan Reli Dunia sejak Acropolis Rally Greece pada 2024.
Evans memulai reli dengan performa yang cukup solid dan bahkan memimpin klasemen kejuaraan sebelum putaran Kenya. Setelah 12 stage pertama, pembalap Wales itu masih berada di posisi ketiga meskipun sebelumnya sempat mengalami dua puncture pada stage Elmenteita. Situasi tersebut membuatnya tetap berada dalam persaingan podium sebelum memasuki rangkaian stage berikutnya.
Namun stage Sleeping Warrior 1 menjadi titik akhir bagi reli Evans. Kerusakan pada bagian kanan belakang mobil membuat suspensi tidak mampu menahan beban ketika ia melakukan pengereman pertama di stage tersebut, memaksa Evans dan co-driver Scott Martin menghentikan mobil di lintasan.

“Pagi hari sebenarnya berjalan cukup baik dan semuanya juga terlihat normal di stage kedua pada loop tersebut, tetapi perubahan layout baru di akhir stage sedikit mengejutkan kami dan kami mengalami dua puncture,” jelas Evans.
“Kami kemudian memasang ban lain untuk memulai stage berikutnya, tetapi tampaknya benturan dengan batu menyebabkan kerusakan tambahan pada mobil.”
Menurut Evans, kerusakan tersebut akhirnya memicu kegagalan suspensi belakang ketika mobil memasuki zona pengereman pertama di stage terakhir loop pagi hari.
“Ketika saya masuk ke pengereman pertama di stage terakhir, suspensi belakang tiba-tiba rusak – atau ada sesuatu di bagian belakang mobil yang patah – dan di situlah reli kami berakhir,” katanya.
Evans mengungkap bahwa ia langsung menyadari kerusakan tersebut tidak mungkin diperbaiki setelah keluar dari mobil untuk memeriksa kondisi kendaraan. Ketika suspensi gagal bekerja, mobil kehilangan traksi sepenuhnya pada lintasan berlumpur yang ekstrem.
“Ketika memasuki pengereman pertama saya merasakan ada sesuatu yang patah dan mobil langsung kehilangan grip. Kami memasuki bagian lintasan yang sangat berlumpur dan rasanya mobil tidak bergerak ke mana pun,” ujarnya.
Meski demikian, Evans tetap melihat sisi positif dari konsistensi yang ia tunjukkan sebelumnya di WRC. Ia mencatat bahwa tim telah melalui rangkaian panjang reli tanpa retire sebelum insiden di Kenya ini terjadi.
“Saya rasa kami bisa senang karena telah menjalani banyak reli tanpa retire. Tentu saja ini sangat mengecewakan, tetapi kami harus menerima ini sebagai bagian dari reli dan terus melangkah ke depan,” tambahnya.
Kegagalan Evans kemudian diikuti oleh retire dua pembalap Toyota lainnya, yaitu Sebastien Ogier dan Oliver Solberg, yang mengalami masalah teknis setelah stage yang sama. Situasi tersebut menegaskan betapa ekstremnya kondisi Safari Rally Kenya, yang kembali menjadi ujian ketahanan paling berat bagi mobil Rally1 di kalender Kejuaraan Reli Dunia.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!