Zandvoort, pantai Utara Belanda, kembali menjadi panggung balapan Formula 1 akhir pekan ini. Namun, ada nuansa berbeda di sela-sela hiruk-pikuk paddock. GP Belanda edisi 2026 ini disebut-sebut sebagai balapan perpisahan sirkuit ikonik itu dari kalender F1, sekaligus menjadi pembuka babak krusial perebutan gelar juara dunia yang masih sangat terbuka. Setelah libur musim panas, para kontestan datang dengan semangat baru dan tekad membara.
Suasana di paddock terasa lebih hidup dari biasanya. Para kru tim punya waktu berkumpul dengan keluarga, dan para pembalap sempat melepas penat. George Russell melamar kekasihnya, Carmen Montero Mundt, Lando Norris asik berlibur di Ibiza, sementara Lewis Hamilton memilih berlatih keras dan mengaku lebih bugar dari sebelumnya. Di tengah euforia itu, Max Verstappen justru mengumumkan kontrak baru bersama Red Bull di balapan kandangnya.
Saat lampu hijau menyala di sirkuit yang terletak di antara bukit pasir ini, semua mata tertuju pada satu nama: Kimi Antonelli. Pembalap Mercedes itu memimpin klasemen dengan keunggulan 50 poin atas Lewis Hamilton dari Ferrari. Namun, dengan 12 seri tersisa dan lima pemenang berbeda dalam lima balapan terakhir, segalanya masih mungkin terjadi. Musim lalu membuktikan, keunggulan besar bisa tergerus; Norris yang tertinggal 104 poin dari Verstappen akhirnya merebut gelar di Abu Dhabi dengan selisih dua poin.

Antonelli, yang baru berusia 19 tahun, tampil sebagai fenomena musim ini. Enam kemenangan menunjukkan kepercayaan diri dan kendali yang melampaui usianya. Namun, ia sadar tak boleh lengah. Masalah reliabilitas yang kerap menghantui Mercedes menjadi ancaman nyata. Sementara itu, Hamilton tampil trengginas di Zandvoort. Ia menikmati musim yang kontras dengan tahun pertamanya yang buruk di Ferrari. Tim asal Italia itu terus berkembang, dan Hamilton percaya diri bisa mengejar ketertinggalan.
“Luar biasa bisa keluar dari jeda dan berada dalam posisi bersaing dengan empat tim teratas, menempati posisi kedua di kejuaraan,” ujar Hamilton. “Ferrari selangkah lagi dari tempat yang seharusnya. Tujuan kami adalah mengambil langkah berikutnya.” Ferrari memang punya rencana besar: upgrade mesin yang dijadwalkan hadir di Monza dan lantai baru yang sudah dipasang di Zandvoort. Jika berhasil, bukan tidak mungkin Hamilton menjadi ancaman serius bagi Antonelli.
Russell juga percaya diri. Ia ingin lebih mengandalkan insting balapnya, seperti yang dilakukan Norris musim lalu. “Saya ingin tidak berpikir berlebihan, percaya pada kemampuan saya, dan membalap lebih intuitif,” katanya. Namun, ia mengakui belum bisa menandingi kecepatan rekan setimnya. Tiga balapan ke depan akan menjadi ujian apakah ia bisa tampil konsisten.
Norris dan McLaren juga belum menyerah. Mereka masih beradaptasi dengan mesin Mercedes dan terus mengembangkan aerodinamika. “Saya masih percaya ini mungkin. Jika ada peluang, saya ingin memperjuangkannya,” ujar Norris. Verstappen dan Charles Leclerc juga tetap haus kemenangan. Namun, semua mata tertuju pada Antonelli. Dengan santai, ia berkomentar tentang balapan perpisahan Zandvoort: “Mercedes belum pernah menang di sini sejak 1955. Sudah lama sekali. Jadi, akan menyenangkan jika bisa menutupnya dengan kemenangan, untuk saya dan tim.”
Pada sprint qualifying Jumat, Russell merebut posisi terdepan untuk balapan sprint Sabtu, mengalahkan Norris dengan selisih empat ratus detik. Sementara Antonelli hanya mampu berada di posisi kelima. Leclerc ketiga, Piastri keempat, Verstappen dan Hamilton masing-masing di posisi keenam dan ketujuh. Hasil ini menjadi sinyal bahwa persaingan di paruh kedua musim akan berlangsung sengit.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!