Cal Crutchlow mengakui comeback mengejutkannya ke MotoGP bersama LCR Honda di Mugello akan menjadi tantangan terberat dalam seluruh karier balapnya. Pembalap Inggris itu kembali ke grid hampir tiga tahun setelah terakhir kali tampil di kelas utama dan langsung menghadapi salah satu sirkuit paling demanding dalam kalender MotoGP modern.
Crutchlow dipanggil sebagai pengganti sementara Johann Zarco yang mengalami cedera setelah kecelakaan di GP Catalunya. Meski pernah menjadi bagian penting Honda dan LCR selama bertahun-tahun, Crutchlow mengungkapkan dirinya sempat langsung menolak tawaran comeback tersebut karena merasa belum siap secara fisik maupun ritme balap.
Setelah pensiun dari balap penuh waktu MotoGP pada akhir 2020, Crutchlow memang masih aktif sebagai test rider Yamaha dan beberapa kali tampil sebagai wildcard maupun pengganti pembalap cedera. Namun sejak kontraknya dengan Yamaha berakhir, pria berusia 40 tahun itu sama sekali belum kembali mengendarai motor MotoGP hingga tes privat Honda di Misano pekan ini.

“Ini akan menjadi hal tersulit yang pernah saya lakukan dalam hidup saya,” kata Crutchlow kepada MotoGP.com.
“Sudah terlalu lama saya tidak mengendarai motor dan sekarang langsung kembali di Mugello, yang menurut saya adalah sirkuit paling sulit dalam kalender bahkan saat Anda berada dalam kondisi balap penuh.”
Crutchlow menjelaskan bahwa secara umum kondisi fisiknya masih baik, tetapi dirinya belum memiliki “motorbike fitness” yang dibutuhkan untuk mengendalikan motor MotoGP modern dalam intensitas penuh. Era MotoGP saat ini memiliki tuntutan fisik jauh lebih besar dibanding periode terakhir Crutchlow balapan reguler, terutama karena perkembangan aerodinamika, ride-height devices, dan karakter pengereman yang semakin agresif.
Meski demikian, Crutchlow merasa cukup terbantu karena sempat menjalani tes privat dengan RC213V terbaru di Misano sebelum comeback resminya di Mugello. Menurutnya, konsep dasar motor MotoGP sebenarnya tidak berubah drastis, meski perkembangan aero dan perangkat elektronik membuat adaptasi tetap tidak mudah.
“Orang-orang berpikir motor ini berubah total. Memang berubah, tetapi juga tidak sepenuhnya berbeda,” ujarnya.
“Kami dulu juga sudah menggunakan aero dan devices. Jadi saya memahami cara kerjanya. Masalah terbesar saya sekarang adalah kembali nyaman di atas motor.”
Crutchlow menegaskan dirinya datang tanpa ekspektasi hasil besar sepanjang akhir pekan Mugello. Target utamanya hanyalah membangun kembali feeling terhadap motor dan meningkatkan performa sedikit demi sedikit di setiap sesi.
“Saya tahu saya tidak akan berada dekat dengan pembalap lain. Saya benar-benar tidak punya ekspektasi apa pun,” katanya.
“Selama saya bisa terus berkembang dan mendapatkan kembali feeling dengan motor, saya akan senang.”
Kembalinya Crutchlow juga memiliki nilai emosional tersendiri karena seluruh kemenangan MotoGP miliknya diraih bersama LCR Honda. Ia mengaku tidak akan menerima tawaran comeback jika datang dari tim lain karena hubungan panjangnya dengan kru Lucio Cecchinello masih sangat kuat hingga saat ini.
Comeback Crutchlow di Mugello menjadi salah satu cerita paling unik dalam MotoGP 2026 karena mempertemukan pengalaman veteran dengan tuntutan teknis era modern yang jauh lebih kompleks. Di tengah perkembangan motor yang semakin ekstrem secara fisik dan aerodinamika, kemampuan Crutchlow beradaptasi kembali akan menjadi sorotan besar sepanjang akhir pekan Italia.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!