Michael Schumacher kembali menjadi sorotan dua dekade setelah insiden kontroversial pada sesi kualifikasi GP Monaco 2006 yang masih dianggap sebagai salah satu momen paling diperdebatkan dalam sejarah Formula 1. Peristiwa di tikungan La Rascasse itu memicu kemarahan rival, steward FIA, dan paddock karena Schumacher diduga sengaja menghentikan mobilnya demi mempertahankan pole position.
Pada fase akhir Q3 di Circuit de Monaco, Schumacher memimpin sementara dengan catatan waktu 1 menit 13,898 detik menggunakan mobil Ferrari. Namun, pembalap Renault Fernando Alonso sedang menjalani flying lap yang lebih cepat dan unggul lebih dari dua persepuluh detik di sektor kedua. Situasi itu membuat perebutan pole memasuki momen krusial sebelum Schumacher tiba-tiba melebar di tikungan La Rascasse.
Ferrari Schumacher terlihat mengunci roda depan sebelum berhenti sangat dekat dengan pagar pembatas. Yellow flag langsung dikibarkan dan secara efektif menghancurkan peluang Alonso memperbaiki catatan waktunya. Schumacher pun awalnya tetap mempertahankan posisi pole sebelum steward FIA memulai investigasi pasca sesi.

Schumacher membantah tuduhan bahwa insiden tersebut disengaja dan menyatakan dirinya hanya melakukan kesalahan normal saat berada di batas performa mobil.
“Tidak, saya tidak curang, dan saya pikir sangat berat ditanya apakah saya melakukannya,” kata Schumacher saat itu.
Namun, banyak figur penting paddock tidak mempercayai penjelasan tersebut. Juara dunia 1982 Keke Rosberg menyebutnya sebagai “hal termurah dan terkotor” yang pernah ia lihat di Formula 1. Sementara bos Renault saat itu, Flavio Briatore, juga menilai Schumacher tidak benar-benar kehilangan kendali mobil.
Setelah meninjau telemetry dan onboard camera, steward FIA menyimpulkan terdapat gerakan counter-steering yang dianggap “tidak perlu dan menyedihkan” pada kecepatan rendah sekitar 16 km/jam. FIA kemudian memutuskan seluruh catatan waktu Schumacher dihapus, membuatnya start dari posisi paling belakang grid.
Meski Schumacher berhasil bangkit dan finis kelima saat balapan, dampak reputasional dari insiden tersebut bertahan sangat lama. Kasus Monaco 2006 tetap menjadi salah satu contoh paling kontroversial mengenai manipulasi sesi kualifikasi dalam sejarah Formula 1 modern.
Kontroversi semakin besar bertahun-tahun kemudian setelah mantan rekan setim Schumacher, Felipe Massa, mengungkap adanya percakapan internal sebelum sesi kualifikasi terkait kemungkinan menciptakan yellow flag. Pernyataan itu memperkuat keyakinan banyak pihak bahwa insiden La Rascasse bukan sekadar kesalahan biasa. Namun hingga akhir kariernya, Schumacher tidak pernah secara terbuka mengakui bahwa manuver tersebut dilakukan secara sengaja.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!