SPONSORED

Charles Leclerc Ungkap Kunci Transformasi Ferrari di Silverstone

Notifikasi
Luki Hidayatudin
Luki Hidayatudin
0
Charles Leclerc Ungkap Kunci Transformasi Ferrari di Silverstone TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Charles Leclerc mengungkap bahwa kombinasi analisis data, intuisi, dan perasaan terhadap mobil menjadi kunci perubahan besar performanya bersama Ferrari pada Grand Prix Inggris 2026 di Silverstone.

Akhir pekan Leclerc sempat berjalan sulit setelah ia hanya finis kelima dalam Sprint, tertinggal 12,6 detik dari pemenang Kimi Antonelli. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa setelan SF-26 belum sesuai dengan gaya berkendaranya dan belum mampu menghasilkan kecepatan yang dibutuhkan untuk menantang di barisan depan.

Leclerc kemudian mempelajari data pada Jumat malam dan menemukan sejumlah bagian dari setelan mobil yang dinilainya tidak cocok dengan kebutuhannya. Ferrari melakukan perubahan sebelum kualifikasi utama, dan hasilnya langsung terlihat ketika pembalap Monako itu merebut posisi kedua dengan selisih hanya 0,175 detik dari Antonelli.

Motorbike Crash Changed Lando Norris’ Path to Formula 1
Read AlsoMotorbike Crash Changed Lando Norris’ Path to Formula 1

“Ada beberapa hal yang saya lihat dari data pada Jumat malam. Saya berpikir bahwa bagian-bagian tersebut mungkin tidak cocok dengan gaya berkendara saya. Kami mengubah beberapa hal dari Sprint menuju kualifikasi dan hasilnya jauh lebih baik,” kata Leclerc.

ADVERTISEMENT

Perubahan tersebut juga meningkatkan kepercayaan dirinya saat balapan. Leclerc melakukan start kuat untuk merebut pimpinan, kemudian membangun keunggulan lebih dari 20 detik ketika masalah keandalan menghambat Antonelli. Keunggulan itu terhapus oleh Safety Car setelah kecelakaan Max Verstappen, tetapi Leclerc tetap bertahan untuk menang dengan margin 0,427 detik atas George Russell.

Kemenangan tersebut mengakhiri penantian panjang Leclerc sejak Grand Prix Amerika Serikat 2024 dan menjadi kemenangan kesembilan dalam kariernya. Hasil di Silverstone juga menjadi perubahan penting setelah ia melewati seluruh musim 2025 dan delapan putaran awal 2026 tanpa kemenangan.

Transformasi itu semakin berarti karena Leclerc datang ke Inggris dalam posisi tertinggal 46 poin dari rekan setimnya, Lewis Hamilton. Ia sebelumnya juga mengalami akhir pekan yang sangat sulit di Kanada, ketika hanya start dari posisi kedelapan dan finis jauh di belakang Hamilton.

ADVERTISEMENT

Leclerc menegaskan bahwa solusi tersebut tidak muncul melalui satu jawaban teknis yang terlihat jelas. Menurutnya, data hanya memberikan petunjuk awal, sedangkan keputusan akhirnya tetap memerlukan penilaian pembalap terhadap respons mobil dan keyakinan untuk mencoba arah setelan baru.

“Perubahan seperti ini tidak benar-benar hitam dan putih. Anda tidak hanya melihat data lalu langsung mengetahui apa yang harus diubah. Ini adalah perpaduan antara intuisi dan perasaan. Kami mengambil keputusan itu dan ternyata arah tersebut sangat berhasil bagi saya,” ujarnya.

Kemenangan Silverstone belum cukup untuk memastikan bahwa Ferrari telah menemukan solusi permanen bagi seluruh lintasan. Namun, keberhasilan mengubah akhir pekan yang semula sulit menjadi kemenangan memperlihatkan bahwa pemahaman Leclerc terhadap karakter SF-26 dapat menjadi faktor penting dalam rangkaian balapan berikutnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU