David Cauchi mengaku tak bisa menolak tawaran untuk kembali ke Triple Eight sebagai race engineer Will Brown. Baginya, ini adalah kesempatan sekali seumur hidup yang datang di momen paling krusial musim ini.
Kabar mengejutkan ini diumumkan Triple Eight saat weekend balap di Queensland Raceway. Cauchi akan mengambil alih tugas sebagai engineer untuk Will Brown mulai tes pasca-balapan, menggantikan Andrew Edwards yang naik jabatan menjadi head of performance.
Kepulangan ini menandai akhir dari masa delapan bulan Cauchi di luar Supercars, setelah ia hengkang dari posisi team principal di Grove Racing pada akhir 2025. Saat itu, Cauchi memilih mundur karena ingin pindah ke Brisbane dan mengaku burnout setelah lebih dari dua dekade berkutat di pitlane Supercars.

Baru beberapa pekan lalu, Cauchi memulai peran baru sebagai chief operating officer di DMH Group, perusahaan yang memiliki 11 toko Bridgestone di Queensland. Kini, ia harus membagi waktu antara dua pekerjaan tersebut karena komitmennya di Triple Eight bersifat paruh waktu.
“Saya baru saja memulai pekerjaan baru di DMH Group dan saya sangat menikmatinya,” ujar Cauchi kepada Speedcafe. “Jamie menelepon saya dan, jujur saja, saya tidak akan melakukan ini untuk orang lain. Semua terjadi begitu cepat seminggu sebelum Ipswich. Mereka sedang ada masalah dengan restrictor setelah Perth. Dia bertanya apakah saya bisa melakukannya. Saya bilang, ‘Apa kamu yakin ini keputusan yang tepat?’ Dan dia menjawab, ‘ya, saya ingin kamu melakukannya’.”
Kesempatan yang Tak Boleh Dilewatkan
Meski kepulangan ini tidak direncanakan, Cauchi mengakui bahwa ia merindukan persaingan. “Tentu saja saya merindukan balapan. Saya merindukan kompetisinya,” tambahnya. “Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk menjadi engineer pembalap juara di penghujung musim, di salah satu tim terbaik di pitlane. Bagaimana mungkin saya menolak?”
Cauchi bukan wajah baru di Triple Eight. Sebelum pindah ke Grove lima tahun lalu, ia menghabiskan 14 tahun bersama tim, termasuk mengantar Jamie Whincup meraih dua gelar juara. Kepergiannya kala itu sempat memicu aksi hukum karena Triple Eight menilai Cauchi melanggar kontrak dengan tidak menjalani masa garden leave.
Namun, Cauchi menegaskan bahwa semua sudah berlalu. “Itu sudah selesai lama. Dunia ini kecil dan semuanya berjalan terus,” ujarnya. “Steve dan Brenton Grove adalah kompetitor sejati. Mereka sangat memahami olahraga ini dan tahu bahwa orang datang dan pergi. Steve bilang dia senang untuk saya... tapi dia berharap saya terbiasa tinggal di garasi nomor dua!”
Dengan status paruh waktu, Cauchi akan banyak mengandalkan data dan komunikasi jarak jauh, tetapi ia siap memberikan yang terbaik untuk membantu Brown bersaing di papan atas. Kembalinya Cauchi tentu menjadi suntikan pengalaman berharga bagi Triple Eight di sisa musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!