Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memicu diskusi serius di paddock Formula 1 menjelang penghujung musim kompetisi. Setelah sebelumnya Max Verstappen sempat menyuarakan kekhawatirannya beberapa pekan lalu, giliran Carlos Sainz yang melontarkan keraguan terbuka mengenai kepastian penyelenggaraan balapan penutup tahun ini di hadapan para awak media.
Dalam sesi konferensi pers resmi di Sirkuit Americas, Austin, pembalap asal Spanyol yang juga bertindak sebagai perwakilan Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA) tersebut mengungkapkan pandangannya secara blak-blakan. Menurutnya, situasi global yang dinamis membuat jadwal balapan akhir musim patut mendapat perhatian ekstra dari otoritas tertinggi balap mobil roda terbuka.
"Stanno accadendo ancora molte cose in Medio Oriente; poi ci saranno anche le elezioni negli Stati Uniti e altri eventi politici a livello mondiale che potrebbero influenzare il prossimo mese e oltre. Penso quindi che sia prematuro essere cosi convinti di andare in Qatar e Abu Dhabi," ujar Sainz saat memberikan pandangannya di hadapan para jurnalis.

Kendati demikian, pembalap yang musim depan membela Williams tersebut menegaskan bahwa para driver akan tetap mengikuti protokol serta keputusan akhir yang diambil oleh federasi internasional. Sikap waspada dinilai penting mengingat kondisi dunia yang dapat berubah dengan cepat dalam hitungan pekan menjelang rangkaian seri pamungkas.
Menanggapi kehebohan yang timbul akibat komentar tersebut, pihak manajemen tim asal Grove langsung bergerak cepat untuk meluruskan situasi. Melalui kantor media resmi mereka, pernyataan susulan dikeluarkan guna meredam spekulasi liar yang berkembang di kalangan pengamat maupun penggemar balap jet darat.
"A seguito di alcune notizie legate alle mie dichiarazioni in conferenza stampa sulla conclusione della stagione in Medio Oriente, voglio chiarire una volta di piu di essere certo che la FIA e la Formula 1 metteranno la sicurezza al primo posto e ho piena fiducia che prenderanno la decisione giusta. Non vediamo l’ora di correre in Qatar e ad Abu Dhabi," bunyi klarifikasi resmi yang dirilis guna menegaskan komitmen penuh sang pembalap terhadap kalender balap.
Di sisi lain, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem sebelumnya telah menegaskan dengan nada tinggi bahwa rangkaian balapan penutup di kawasan Teluk dipastikan bakal berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti. Dengan jaminan keamanan berlapis serta koordinasi intensif, seluruh rangkaian GP Qatar dan Abu Dhabi siap menyambut kedatangan rombongan sirkus utama Formula 1.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!