Nicolo Bulega menegaskan bahwa anggapan dirinya “tidak punya rival” di WorldSBK adalah tidak benar, meski ia kembali mencatatkan hat-trick kemenangan di French Round. Pebalap Ducati ini tampil dominan sepanjang akhir pekan di Magny-Cours, memimpin dari FP1 hingga memenangi ketiga balapan.
Namun, di balik dominasinya, Bulega mengakui bahwa Iker Lecuona, rekan setimnya, mampu memberikan perlawanan sengit, terutama di Superpole Race. Momen itulah yang membuat Bulega merasa pernyataan “tanpa rival” tidak sepenuhnya akurat. “Setiap kali Iker meningkatkan levelnya, saya selalu mencoba melakukan hal yang sama,” ujarnya kepada media, termasuk Motorsport Week. “Tidak benar bahwa saya tidak punya rival. Saat dia mulai mendekat dan kami bertarung, saya merasa senang. Itu luar biasa.”
Bulega juga memuji performa Lecuona yang mencatat waktu 1:34.7 pada pagi hari dengan ban SCX. Ia mengaku justru terinspirasi oleh kecepatan rekan setimnya itu untuk terus mencari batas kemampuannya. “Saya bahagia karena ketika saya berada di belakangnya, saya sadar saya punya cadangan kecepatan. Saya sudah membicarakannya pagi ini, dan kemudian saya bisa mengatur ritme sendiri,” tambah pebalap Italia tersebut.

Ketika ditanya tentang alasannya bisa tampil di atas angin dibanding pebalap lain, Bulega mengaku tak yakin, tetapi menduga kemampuannya dalam mengubah ritme balap menjadi kunci. “Saya tidak tahu. Saya pikir Iker sangat kuat. Tapi setiap kali dia bisa melakukan lebih, saya ingin melakukan yang lebih baik lagi. Saya pikir itu yang kami lakukan sejak awal tahun,” jelasnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa motor Ducati miliknya jauh lebih unggul. Menurut Bulega, motor Ducati yang digunakan pebalap lain seperti Yari Montella hampir identik. “Montella dan pebalap Ducati lainnya punya motor yang sangat mirip—praktis sama dengan kami. Saya pikir saya dan Iker sedikit lebih kuat dari yang lain, tapi saya tidak bisa menjelaskan kenapa. Sudah seperti itu sejak awal musim,” ungkapnya.
Dengan hasil sapu bersih di Magny-Cours, Bulega kini memiliki peluang besar untuk mengunci gelar juara dunia saat seri kandangnya di Cremona. Keunggulan 146 poin atas Lecuona membuat ia hanya butuh hasil konsisten untuk memastikan titel. Meski begitu, fokus Bulega tetap pada kemenangan balapan demi balapan. “Kami punya keunggulan besar sekarang. Cremona akan sangat indah jika saya bisa menjuarai di sana. Seperti yang saya katakan sebelumnya, gelar juara itu menyenangkan, tapi yang terpenting adalah memenangkan balapan,” tutupnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!