Ketegangan di paddock Formula 1 memuncak setelah penasihat eksekutif Alpine, Flavio Briatore, melontarkan tuduhan integritas yang mengguncang otoritas balap. Pernyataan kerasnya menyerang keputusan Pengadilan Banding Internasional FIA (ICA) yang menganulir podium Pierre Gasly di Grand Prix Monako.
Keputusan ICA yang membatalkan penalti Gasly untuk kedua kalinya itu memicu kemarahan Briatore. Ia menuduh salah satu hakim dalam sidang tersebut memiliki bias terhadap McLaren, rival langsung Alpine di lintasan.
Bentrokan Sengit di Paddock
Setelah putusan dijatuhkan, Briatore terlibat perseteruan verbal dengan prinsipal McLaren, Andrea Stella. Briatore dituding menghina McLaren dengan mempertanyakan hubungan hakim yang memutus perkara tersebut.

Menanggapi gelombang kritik, ICA buka suara pada Sabtu pagi menjelang kualifikasi Grand Prix Italia. Mereka menegaskan independensi dan imparsialitas para hakim dalam setiap proses peradilan.
Klaim Independensi Hakim
Dalam pernyataannya, ICA menekankan bahwa penunjukan hakim telah mengikuti prosedur yudisial FIA yang berlaku. Semua hakim dipilih oleh Majelis Umum FIA, sebagian atas usulan setidaknya lima tim F1, sesuai dengan Statuta FIA.
Mereka juga menyoroti bahwa pihak-pihak yang bersengketa tidak mengajukan keberatan selama persidangan berlangsung. ICA menegaskan komitmennya pada independensi, imparsialitas, dan integritas proses hukum.
Stella sendiri mengecam keras tuduhan Briatore yang dianggap melecehkan kredibilitas pengadilan. Perseteruan ini menambah panas dinamika politik di paddock, terutama dengan persaingan ketat di klasemen konstruktor yang masih terbuka lebar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!