SPONSORED

Aturan Baru: Mesin Mobil Bisa Menyala Saat Parkir untuk Lindungi Kelompok Rentan

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Aturan Baru: Mesin Mobil Bisa Menyala Saat Parkir untuk Lindungi Kelompok Rentan
TO NEWS OVERVIEW
Aturan Baru: Mesin Mobil Bisa Menyala Saat Parkir untuk Lindungi Kelompok Rentan

Kabupaten gresik, Italia – Rancangan baru Kode Berlalu Lintas (CdS) yang tengah digodok pemerintah Italia memunculkan satu perubahan yang cukup menarik perhatian publik, khususnya para pengemudi yang kerap membawa anak atau lansia. Dalam versi yang sedang dalam tahap konsultasi, terdapat aturan yang memperbolehkan kendaraan tetap menyala saat parkir, tentu saja dengan syarat yang sangat ketat.

Kebijakan ini lahir dari usulan langsung Menteri Infrastruktur dan Transportasi, Matteo Salvini. Tujuannya jelas: menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang yang tergolong rentan ketika berada di dalam mobil yang sedang berhenti. Ini bukan sekadar izin sembarangan, melainkan sebuah pengecualian yang dirancang untuk situasi spesifik.

Detail Aturan dan Syaratnya

Dalam nota resmi Kementerian, dijelaskan bahwa perubahan ini akan mengubah Pasal 157 CdS yang lama, diganti dengan ketentuan baru bernomor sementara 2.II.11. Intinya, pengemudi boleh membiarkan mesin mobil tetap hidup dan AC menyala selama kendaraan diparkir, tapi hanya jika di dalam kabin terdapat anak-anak, ibu hamil, lansia, atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan suhu ruangan yang stabil.

New Rule: Car Engine Can Stay On While Parked to Protect Vulnerable People
Read AlsoNew Rule: Car Engine Can Stay On While Parked to Protect Vulnerable People

Pengecualian ini tidak serta-merta memberi lampu hijau bagi semua orang untuk parkir sambil menyalakan mesin. Justru sebaliknya, aturan ini menegaskan bahwa larangan dasar tetap berlaku, kecuali untuk kasus-kasus yang memenuhi kriteria “kelompok rentan”. Definisi ini pun cukup luas, mencakup penyandang disabilitas yang memerlukan kondisi lingkungan khusus demi kesehatannya.

ADVERTISEMENT

Menariknya, kementerian juga menegaskan bahwa ketentuan ini sebenarnya sudah tertuang dalam draf yang sedang disebarkan ke operator dan asosiasi terkait untuk dimintai masukan. Artinya, masih ada ruang untuk penyesuaian sebelum resmi diundangkan.

Reaksi publik pun beragam. Sebagian mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk kepedulian negara terhadap warga yang membutuhkan perlindungan ekstra. Namun, tak sedikit pula yang mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan aturan, misalnya untuk alasan kenyamanan pribadi yang tidak masuk dalam kategori tersebut.

Yang jelas, perubahan ini menunjukkan bahwa regulasi lalu lintas tidak hanya bicara soal sanksi, tetapi juga adaptasi terhadap kebutuhan sosial. Bagi Anda yang sering bepergian dengan keluarga, khususnya yang memiliki balita atau orang tua, kebijakan ini bisa menjadi angin segar. Tetap pantau perkembangan selanjutnya, karena masih ada proses panjang sebelum aturan ini benar-benar berlaku.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU