Andrea Kimi Antonelli mencatatkan namanya dalam sejarah Formula 1 dengan kemenangan dramatis di Grand Prix Italia 2026, Minggu (6/9). Pebalap Mercedes itu menjadi pebalap Italia pertama dalam 60 tahun yang menang di Monza, setelah memulai balapan dari posisi ke-19 dan finis terdepan. Kemenangan ini juga memperlebar keunggulannya di klasemen menjadi 66 poin atas rekan setimnya, George Russell.
Antonelli datang ke balapan kandangnya dengan performa yang belum konsisten, hanya memenangi satu dari lima balapan terakhir. Mercedes memutuskan untuk memberikan penalti mesin yang diwajibkan pada pebalap muda itu di Monza, membuatnya harus start dari posisi ke-19. Namun, sejak lampu padam, Antonelli menunjukkan determinasi luar biasa. Pada lap pertama, ia sudah naik ke posisi ke-12, sebelum balapan dihentikan sementara akibat kecelakaan besar Charles Leclerc yang mencapai kekuatan 60G.
Setelah restart, Antonelli kembali menunjukkan kecepatan menakjubkan dengan menyalip enam pebalap lain dalam satu lap. Ia segera menempel ketat di belakang Russell, memicu duel sengit perebutan posisi terdepan yang berlangsung lap demi lap. Momen krusial terjadi ketika Lance Stroll mengalami masalah pada mobilnya, memunculkan Virtual Safety Car (VSC) yang dimanfaatkan Mercedes untuk memisahkan kedua pebalapnya. Meskipun Russell memimpin saat itu, tim justru memanggil Antonelli masuk pit untuk mengganti ban Medium yang baru.

Keputusan strategi itu terbukti brilian. Antonelli keluar dari pit dengan ban segar dan melesat mengejar Russell. Dengan ban yang lebih baik, ia berhasil melewati rekan setimnya dan finis pertama, melengkapi comeback bersejarah dari posisi terakhir. Performa ini disebutnya sebagai balapan terbaik dalam kariernya, dan langsung menjadi sorotan di paddock Monza.
Bagi Russell, hasil ini pahit. Ia telah melakukan segalanya untuk meraih kemenangan, termasuk memimpin di awal dan bertahan setelah restart. Namun, keputusan Mercedes untuk mengganti ban Medium-nya dengan ban Hard pada periode red flag membuatnya harus bertahan hingga akhir tanpa pit stop tambahan. Strategi yang berbeda antara kedua pebalap itu akhirnya menguntungkan Antonelli, yang memiliki ban Medium baru untuk dipakai saat VSC.
Russell mengakui bahwa keputusan tim mungkin bukan yang terbaik untuknya, tetapi ia tetap menghormati hasil tersebut. “Kami akan mengevaluasi kembali strategi ini. Kadang keputusan tim tidak selalu berpihak pada saya, tapi itulah balapan,” ujarnya. Dengan selisih 66 poin di klasemen, Russell kini tertinggal jauh, namun ia masih percaya diri menghadapi sisa musim.
Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi Antonelli sebagai kandidat juara, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa ia mampu bangkit dari keterpurukan. Dengan rentang 66 poin, ia kini menjadi favorit kuat untuk merebut gelar juara dunia pertamanya. Balapan berikutnya di Sirkuit Internasional Bahrain akan menjadi ujian berikutnya bagi Antonelli untuk mempertahankan performa impresifnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!