Franco Colapinto mendapatkan pembelaan penuh dari timnya setelah siaran langsung televisi memicu kontroversi di paddock Formula 1. Komentar bernada candaan yang dilontarkan oleh figur publik Jeremy Clarkson mengenai penalti posisi start sang pembalap langsung ditanggapi serius oleh manajemen skuad berbasis di Enstone tersebut pada akhir pekan balapan grand prix.
Kejadian bermula ketika Jeremy Clarkson hadir sebagai tamu di Circuit of the Americas untuk mengikuti rangkaian akhir pekan United States Grand Prix 2026. Dalam sesi wawancara langsung bersama stasiun penyiaran televisi, mantan presenter acara otomotif terkenal itu melontarkan candaan kontroversial ketika membahas peluang skuad pabrikan tersebut serta sanksi grid yang dijatuhkan kepada sang pembalap muda.
Ketika ditanya mengenai situasi yang dihadapi oleh tim dalam sesi kualifikasi, Jeremy Clarkson sempat menyatakan bahwa sanksi tersebut diberikan karena asal-negara sang pembalap. Candaan tersebut merujuk pada insiden masa lalu saat ia bersama rekan-rekannya melakukan perjalanan kontroversial ke wilayah Patagonia pada tahun 2014 silam yang sempat memicu protes publik setempat.

Menanggapi kehebohan yang terjadi di media sosial dan siaran langsung, manajemen tim Alpine tidak tinggal diam. Mereka langsung merilis pernyataan resmi untuk meredakan situasi sekaligus menegaskan dukungan penuh terhadap sang pembalap yang tengah berjuang menghadapi ketatnya persaingan grid utama F1 musim ini.
Pernyataan resmi dari tim berbunyi: Kami di Alpine menyadari komentar yang dibuat oleh seorang tamu tim dalam wawancara televisi baru-baru ini di Austin. Franco adalah pembalap kami dan mendapat dukungan penuh dari kami. Sanksi penalti 10 posisi start sendiri dijatuhkan kepada Franco Colapinto akibat penggunaan komponen kendali elektronik keempat sepanjang kalender balap Formula 1 2026.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!