Fernando Alonso kembali menyuarakan kritik tajam terhadap regulasi Formula 1 saat ini, menegaskan bahwa olahraga ini tidak bisa menunggu hingga 2031 untuk kembali menjadi "olahraga yang sesungguhnya". Pembalap Spanyol itu berbicara usai tersingkir di Q1 Grand Prix Spanyol di sirkuit Madring, Sabtu (xx/xx).
Alonso, yang merupakan salah satu penentang paling vokal terhadap perubahan regulasi yang diperkenalkan awal musim ini, menyoroti karakteristik power unit hybrid V6 hampir 50/50 yang memaksa deployment dan harvesting energi baterai. Menurutnya, hal ini mengurangi keterampilan pembalap dalam mengemudi, terutama di tikungan menantang seperti La Monumental (tikungan 10-12).
"Sangat disayangkan, dengan generasi mobil seperti ini, datang ke sirkuit yang sangat bagus seperti ini, dengan tantangan di sana-sini, seperti tikungan La Monumental, 10-12, dan input pembalap tidak ada artinya," ujar Alonso kepada media termasuk Motorsport Week. Ia bahkan menggunakan petugas persnya, Michael, sebagai ilustrasi: "Michael bisa mengemudi di 10-12. Anda melaju datar tanpa deployment MGU-K, lalu pada satu titik, 'K' datang dan Anda melaju cepat di tikungan keluar. Tapi Formula 1 atau motorsport secara umum harusnya ada di 10-12. Jika Michael lebih berani dari saya, dia lebih cepat. Jika saya punya atribut lebih, saya akan lebih cepat darinya. Itulah cara dia seharusnya berkualifikasi. Dan sekarang hanya soal berapa banyak 'sock' yang saya punya, saya akan lebih cepat atau lebih lambat."

Kritik Alonso ini bukan yang pertama. Sejak sesi tes pramusim, ia sudah mengutarakan ketidakpuasannya terhadap regulasi baru. Banyak pihak kemudian mempertanyakan apakah ketidaknyamanannya terhadap arah olahraga ini bisa mempercepat potensi pensiun keduanya. Spekulasi semakin menguat setelah The Race melaporkan bahwa Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, mempertimbangkan konsesi khusus dalam regulasi untuk membujuk Alonso agar tetap bertahan.
Menanggapi hal tersebut, Alonso memperluas posisinya. Ia mengaku rutin berbicara dengan Ben Sulayem dan CEO F1 Stefano Domenicali tentang pandangannya terhadap kondisi olahraga saat ini. "Saya tidak tahu. Saya sudah banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk membuat keputusan tahun depan," katanya ketika ditanya apakah masa depannya akan ditentukan oleh hal ini. "Dan saya memang berbicara dengan dia [Ben Sulayem], tapi saya berbicara dengan Stefano secara rutin setiap minggu karena Formula 1 tidak bisa terus seperti ini. Kita tidak bisa menunggu hingga 2031 untuk memiliki olahraga yang layak. Jadi, saya pikir ini juga tanggung jawab saya untuk membantu mereka dengan pengalaman saya, melakukan apa pun yang kita bisa untuk melakukan hal-hal semacam ini."
Alonso menekankan bahwa keterampilan pembalap harus menjadi faktor penentu utama, bukan sekadar manajemen energi. "Tikungan 10-12, siapa pun yang lebih cepat di sana, itu tidak apa-apa – tapi tidak bisa seperti ini. Saya tidak..." (transkrip terpotong).
Dengan kontraknya yang berakhir pada akhir musim ini, masa depan Alonso di F1 masih menjadi tanda tanya besar. Kritiknya yang tajam terhadap regulasi bisa menjadi tekanan tambahan bagi FIA dan F1 untuk segera melakukan evaluasi, terutama menjelang era regulasi baru pada 2026 yang akan menggunakan power unit hybrid V6 hampir 50/50. Jika tidak ada perubahan signifikan, bukan tidak mungkin Alonso akan mengakhiri kariernya lebih cepat dari yang diharapkan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!