SPONSORED

Di Giannantonio Keluhkan Grip di Austria: 'Sangat Tidak Biasa'

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Di Giannantonio Keluhkan Grip di Austria: 'Sangat Tidak Biasa'
TO NEWS OVERVIEW
Di Giannantonio Keluhkan Grip di Austria: 'Sangat Tidak Biasa'

Fabio Di Giannantonio mengakhiri Sprint MotoGP Austria di posisi kesepuluh, jauh dari harapan. Pembalap VR46 itu tidak hanya kehilangan poin, tetapi juga semakin tertinggal dari trio teratas: Jorge Martin, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Diggia yang tengah berjuang menembus barisan elit.

Masalah utama? Grip ban belakang. Seperti yang diungkapkan Di Giannantonio setelah balapan, ia merasa kesulitan besar dengan cengkeraman ban belakang—sesuatu yang jarang ia alami. “Kami menggunakan casing berbeda dari biasanya, itu benar,” ujarnya kepada Sky Sport MotoGP. “Meski menurut saya, kami sudah pernah memakainya di Brasil. Saya tidak pernah mengeluh soal grip dengan semua casing yang kami pakai musim ini, dan saya selalu menjadi pembalap yang memiliki grip sangat banyak. Tapi akhir pekan ini saya benar-benar kesulitan, dan tampaknya saya juga lebih menderita dibanding pembalap Ducati lainnya.”

Keluhan ini bukan hanya dialami Diggia. Alex Marquez dan beberapa pembalap Ducati lain juga merasakan hal serupa, yang diduga akibat perbedaan konstruksi ban Michelin yang dibawa ke Austria. Sirkuit Red Bull Ring memang menuntut traksi tinggi keluar tikungan, sehingga masalah grip belakang sangat terasa. “Saya kehilangan banyak grip di belakang, tidak bisa membuat motor berakselerasi dengan baik saat keluar tikungan, dan saya merasa juga tertinggal dari merek lain. Ini benar-benar tidak biasa bagi saya,” tambahnya.

Jack Miller Desak Perubahan Drastis Usai Sprint MotoGP Austria
Baca JugaJack Miller Desak Perubahan Drastis Usai Sprint MotoGP Austria

Akibatnya, posisi Di Giannantonio di klasemen pembalap semakin terpuruk. Ia gagal menambah poin, sementara para rival di depan terus menjauh. Dalam Sprint yang berlangsung ketat, setiap kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pada kehilangan posisi. Diggia mengakui bahwa ia mendorong keras sepanjang akhir pekan, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. “Kami harus belajar dan memperbaiki. Saya mendorong keras akhir pekan ini untuk tampil baik, tapi di Sprint pun kami kesulitan. Kami coba perbaiki untuk besok,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Ditanya soal pilihan ban untuk balapan utama, Di Giannantonio belum bisa memastikan. “Lebih baik dengan ban medium atau soft? Saya tidak tahu, kita lihat besok. Saya sangat berharap bisa lebih baik,” pungkasnya. Balapan utama di Austria akan menjadi ujian berat bagi tim VR46 untuk bangkit dari keterpurukan.

Dengan sirkuit yang menuntut performa maksimal, semua mata akan tertuju pada Ducati dan bagaimana mereka mengatasi masalah grip yang menghantui para pembalapnya. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin dominasi Ducati di Austria akan terganggu oleh para pesaing dari merek lain.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

Sprint Race MotoGP Austria 2026

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU