MotoGP, Sportrik Media - Prototipe Yamaha M1 bermesin V4 membuat debut wildcard di Grand Prix Valencia 2025 melalui pembalap penguji Augusto Fernandez, menandai langkah krusial Yamaha Factory Racing menuju transisi dari konfigurasi inline-four ikonik mereka. Meski finis ke-20 di sesi Jumat dengan gap satu detik dari pemimpin, fokus utama adalah pengumpulan data di kondisi balapan nyata, bukan hasil kompetitif, seperti dilaporkan situs resmi MotoGP per 15 November 2025.
Selain itu, analisis mendalam menunjukkan bahwa prototipe ini masih dalam tahap sinkronisasi mesin dan sasis anyar belum menampilkan potensi penuh V4, yang diharapkan meningkatkan akselerasi dan top speed dibandingkan mesin empat silinder segaris sebelumnya. Fabio Quartararo, pembalap utama Yamaha, menyatakan keyakinan penuh pada switch ke V4 untuk 2026, tapi khawatir dengan ketersediaan motor terbatas di tes pasca-musim Valencia Selasa depan (18 November). "Saya yakin Yamaha akan sepenuhnya ke V4 tahun depan," ujar Quartararo, menambahkan nuansa kekhawatiran atas persiapan pribadinya.

Kutipan Quartararo ini menyoroti tantangan internal Yamaha, di mana prototipe Fernandez diakui "kurang bumbu" atau belum matang untuk barisan depan, meski sasis baru memberikan peningkatan terasa di traksi. Fernandez, yang mengendarai wildcard untuk Yamaha Motor Racing, mengakhiri FP2 di P20, terpaut 1,012 detik dari rekor lap Marco Bezzecchi dari Aprilia bukti gap signifikan dengan rival seperti Ducati dan Aprilia. Namun, data telemetry dari sesi ini akan jadi aset berharga untuk iterasi selanjutnya.

Dari perspektif pengembangan, transisi ke V4 mewakili paradigm shift bagi Yamaha, yang selama ini bergantung pada inline-four untuk kestabilan tapi kalah di akselerasi. Analisis membandingkan dengan rival: Ducati V4-nya mendominasi 2025 dengan 15 kemenangan, sementara prototipe Yamaha menjanjikan parity di top speed, tapi butuh finetuning elektronik untuk mengatasi "kekurangan bumbu" tersebut. Alex Rins, rekan Quartararo, dijadwalkan ikut tes pasca-musim bersama Masao Azuma sebagai technical director, di mana masukan mereka akan bentuk roadmap 2026.
Lebih dalam, kekhawatiran Quartararo soal tes minim hanya dua unit V4 tersedia bisa hambat adaptasi cepat, terutama setelah musim 2025 di mana Yamaha finis keenam di konstruktor. Opini di X menekankan urgensi: "Yamaha V4 harus siap atau tertinggal lagi," tulis analis MotoGP. Meski demikian, Fernandez melaporkan handling lebih baik di tikungan lambat, sinyal positif untuk Ricardo Tormo yang menuntut presisi.
Secara keseluruhan, debut V4 di Valencia 2025 adalah fondasi strategis bagi Yamaha, dengan tes 18 November sebagai titik balik. Jika Quartararo dan Rins beri feedback konstruktif, V4 berpotensi kembalikan Yamaha ke podium reguler di 2026. Ikuti evolusi ini di Sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!