Formula 1, Sportrik Media - Daniel Ricciardo mengungkapkan bahwa dirinya merasa bersyukur setelah Oracle Red Bull Racing memutuskan untuk mengakhiri kontraknya pada 2024, sebuah keputusan yang secara efektif menutup perjalanan kariernya di Formula 1.
Ricciardo sebelumnya kehilangan kursinya di McLaren Formula 1 Team pada akhir musim 2022 sebelum kembali ke grid sebagai pembalap cadangan untuk tim yang saat itu masih bernama Scuderia AlphaTauri pada 2023. Kesempatan tersebut berkembang menjadi kursi balap penuh ketika ia menggantikan Nyck de Vries menjelang Grand Prix Hungaria.
Namun, musim tersebut tidak berjalan mulus setelah cedera tangan yang dialaminya di Zandvoort memaksanya absen dalam beberapa seri. Meski kembali membalap, Ricciardo akhirnya hanya bertahan hingga Grand Prix Singapura 2024 bersama tim yang kemudian dikenal sebagai Visa Cash App RB, sebelum kontraknya dihentikan pasca balapan di Marina Bay.

Sejak meninggalkan Formula 1, Ricciardo cenderung menjaga profil publik yang rendah, meski tetap aktif dalam dunia motorsport sebagai duta Ford. Dalam wawancara bersama Jim Farley di podcast resmi Ford, ia memberikan refleksi terbuka mengenai akhir kariernya di F1.
“Saya sudah dua kali dilepas dalam dua tahun terakhir, dan itu sangat menguras energi saya. Saya mencurahkan segalanya, dan secara refleksi saya justru bersyukur mereka mengambil keputusan itu untuk saya,” ujar Ricciardo.
Ia juga mengakui bahwa keputusan untuk mengakhiri karier kemungkinan akan sulit diambil secara pribadi, meskipun secara internal ia telah menyadari adanya penurunan performa dibandingkan standar kompetitif tertinggi di grid.
“Karena saya rasa akan sulit bagi saya untuk mengatakan bahwa saya sudah selesai. Saya mungkin tahu itu, tetapi sulit untuk mengakuinya. Ketika melihat pembalap seperti Fernando Alonso yang masih tampil kompetitif di usia 40-an, saya merasa untuk alasan tertentu saya kehilangan sedikit performa, dan itu tidak apa-apa untuk diakui,” tambahnya.
Pernyataan ini mencerminkan dinamika tekanan di Formula 1 modern, di mana margin performa sangat tipis dan konsistensi menjadi faktor utama keberlanjutan karier. Dengan meningkatnya standar kompetitif dan masuknya generasi pembalap baru, posisi pembalap berpengalaman semakin bergantung pada kemampuan mempertahankan performa puncak.
Keputusan Red Bull untuk mengakhiri kerja sama dengan Ricciardo kini terlihat sebagai bagian dari restrukturisasi jangka panjang tim dalam menghadapi era regulasi baru. Sementara itu, refleksi Ricciardo memberikan gambaran realistis tentang tantangan mental dan fisik yang dihadapi pembalap dalam mempertahankan karier di level tertinggi motorsport, sekaligus menandai transisi menuju fase baru di luar Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!