Mitch Evans mengaku mengubah pendekatannya dalam perebutan gelar Formula E 2026 setelah belajar dari kesalahan pada musim-musim sebelumnya. Pembalap Jaguar itu kini memilih fokus menghadapi satu balapan demi satu balapan tanpa terlalu terobsesi memikirkan perebutan gelar dunia.
Evans kembali masuk dalam persaingan juara setelah kemenangan spektakuler pada balapan kedua Berlin E-Prix. Start dari posisi ke-17, pembalap asal Selandia Baru tersebut berhasil menembus hingga kemenangan dan kini hanya tertinggal tiga poin dari pemimpin klasemen, Pascal Wehrlein.
Kemenangan di Berlin datang hanya beberapa hari setelah Jaguar secara resmi mengumumkan bahwa Evans akan meninggalkan tim pada akhir musim ini, mengakhiri kerja sama panjang selama 10 tahun antara kedua pihak.

Selama bersama Jaguar, Evans hampir meraih seluruh pencapaian besar di Formula E kecuali satu hal yang paling penting: gelar juara dunia pembalap. Ia beberapa kali nyaris menjadi juara dan bahkan sempat menggambarkan dirinya sebagai “selalu menjadi pengiring pengantin, tetapi tidak pernah menjadi pengantin utama”.
Dengan sembilan balapan tersisa musim ini dimulai dari Monaco E-Prix akhir pekan ini, Evans kembali memiliki peluang realistis untuk akhirnya merebut gelar dunia Formula E pertamanya.
Sepanjang musim 2026, Evans sudah mengoleksi dua kemenangan dan dua podium tambahan dari delapan balapan pertama. Konsistensi tersebut membuatnya tetap berada dalam persaingan ketat melawan Wehrlein dan Oliver Rowland.
Namun berbeda dibanding beberapa musim sebelumnya, Evans kini memilih pendekatan yang lebih tenang dalam menghadapi tekanan perebutan gelar.
“Saya hanya menjalani setiap balapan satu per satu dan mencoba memaksimalkan semuanya. Saya hanya ingin terus mengumpulkan poin sebanyak mungkin dan melihat di mana posisi kami pada akhirnya, daripada terlalu terobsesi dengan perebutan gelar,” ujar Evans kepada RacingNews365.
Evans mengakui pada masa lalu dirinya terlalu fokus memikirkan peluang juara dunia dan merasa pendekatan tersebut justru tidak membantu performanya sepanjang musim.
“Saya pernah melakukannya sebelumnya dan saya rasa itu tidak benar-benar membantu. Hal terpenting sekarang adalah kami tetap berada dalam persaingan dan memaksimalkan poin di setiap balapan,” lanjutnya.
Meski demikian, Evans menilai dirinya masih membutuhkan peningkatan performa pada sesi kualifikasi untuk memperbesar peluang juara dunia. Ia berharap bisa mulai lebih sering meraih pole position dan tampil konsisten dalam duel kualifikasi pada paruh kedua musim.
Dengan persaingan Formula E 2026 yang semakin ketat dan sembilan ronde tersisa, pendekatan baru Evans kini menjadi salah satu faktor menarik dalam perebutan gelar dunia yang diperkirakan berlangsung hingga balapan terakhir musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!