Christian Horner Tegaskan Masih Punya Urusan di Formula 1

Christian Horner Tegaskan Masih Punya Urusan di Formula 1
© Red Bull Content Pool

Christian Horner akhirnya berbicara kepada media untuk pertama kalinya sejak didepak dari jabatannya sebagai prinsipal Red Bull Racing, dengan menegaskan bahwa dirinya masih memiliki “urusan yang belum selesai” di Formula 1 dan belum menutup kemungkinan kembali ke paddock.

Horner memimpin Red Bull sejak debut tim tersebut di Formula 1 pada 2005, sebelum posisinya dihentikan secara mengejutkan setelah Grand Prix Inggris musim lalu pada Juli. Keputusan tersebut mengakhiri salah satu era terpanjang dan paling sukses dalam sejarah tim berbasis Milton Keynes, sekaligus menjadi salah satu pemisahan paling mengejutkan di paddock Formula 1 modern.

Sejak kepergiannya dari Red Bull, Horner kerap dikaitkan dengan berbagai proyek Formula 1, termasuk potensi keterlibatan dengan Alpine. Ia disebut menjadi bagian dari konsorsium yang membahas kemungkinan pembelian 24 persen saham milik Otro Capital di tim tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi terkait langkah tersebut.

Berbicara di European Motor Show di Dublin, Horner menegaskan bahwa meski dirinya masih memiliki ambisi di Formula 1, ia tidak tertarik kembali tanpa proyek yang jelas dan berpotensi kompetitif.

“Saya merasa masih punya urusan yang belum selesai di Formula 1,” kata Horner, dikutip oleh The Guardian.

“Ini tidak berakhir dengan cara yang saya inginkan.”

Horner menekankan bahwa kembalinya ke Formula 1 hanya akan terjadi jika ia menemukan proyek yang selaras dengan ambisi pribadinya, yakni untuk bersaing di level teratas.

“Saya tidak akan kembali hanya untuk apa saja,” lanjutnya.

“Saya hanya akan kembali untuk sesuatu yang bisa menang. Saya tidak ingin kembali ke paddock kecuali saya memiliki sesuatu yang berarti untuk dikerjakan.”

Meski telah meninggalkan Red Bull, Horner mengakui bahwa ikatan emosionalnya dengan Formula 1 dan tim yang ia bangun selama dua dekade masih sangat kuat.

“Saya merindukan olahraga ini, saya merindukan orang-orangnya, saya merindukan tim yang saya bangun,” ujarnya.

“Saya menjalani 21 tahun yang luar biasa di Formula 1. Saya memiliki perjalanan yang hebat, memenangkan banyak balapan, kejuaraan, dan bekerja dengan para pembalap, insinyur, serta mitra yang luar biasa.”

Namun demikian, Horner menegaskan bahwa ia tidak berada dalam posisi terdesak untuk kembali ke dunia balap. Menurutnya, keputusan untuk kembali sepenuhnya bergantung pada kualitas peluang yang tersedia.

“Saya tidak perlu kembali. Saya bisa menghentikan karier saya sekarang,” katanya.

“Jadi saya hanya akan kembali untuk peluang yang tepat, bekerja dengan orang-orang hebat, dan berada di lingkungan di mana semua orang ingin menang dan memiliki keinginan yang sama.”

Horner juga menyinggung peran yang ia harapkan jika kembali ke Formula 1, dengan menekankan bahwa ia menginginkan posisi strategis yang lebih dari sekadar karyawan.

“Saya ingin menjadi mitra, bukan hanya tangan yang disewa,” jelasnya.

“Tapi kita lihat saja bagaimana semuanya berkembang. Saya tidak terburu-buru. Saya tidak perlu melakukan apa pun sekarang.”

Menariknya, Horner mengaku terkejut bahwa wawancara di European Motor Show tersebut menjadi penampilan publik pertamanya sejak meninggalkan Red Bull, meski namanya terus dikaitkan dengan berbagai tim selama lebih dari enam bulan terakhir.

“Yang menarik adalah saya keluar dari Red Bull pada 8 Juli, dan ini adalah pertama kalinya saya benar-benar berbicara kepada siapa pun,” ujarnya.

“Di media, saya sudah dikaitkan dengan hampir setiap tim Formula 1, dari barisan belakang, tengah, hingga depan grid.”

Menurut Horner, spekulasi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan luas terhadap masa depannya, meskipun ia sendiri belum bisa mengambil langkah konkret dalam waktu dekat.

“Realitanya, sampai musim semi nanti saya tidak bisa melakukan apa pun,” katanya.

“Sangat menyanjung bisa terus dikaitkan dengan berbagai tim yang berbeda.”

Dengan pengalaman panjang dan rekam jejak kesuksesan yang signifikan, masa depan Horner tetap menjadi salah satu topik paling menarik di luar lintasan Formula 1. Meski belum ada kepastian arah berikutnya, pernyataannya menegaskan bahwa pintu kembali ke paddock masih terbuka—namun hanya untuk proyek yang benar-benar sepadan.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG