Formula 1, Sportrik Media - Mantan prinsipal Christian Horner mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan “hampir semua tim di grid” Formula 1 terkait kemungkinan kembali ke kejuaraan dunia, setelah didepak dari perannya sebagai bos Red Bull Racing pada pertengahan musim lalu.
Horner tersingkir di tengah periode sulit Red Bull, ketika performa tim mengalami penurunan signifikan. Meski demikian, tak lama setelah kepergiannya, muncul indikasi kuat bahwa pria asal Inggris tersebut tidak menutup pintu untuk kembali ke Formula 1, dengan target posisi yang lebih senior dan strategis dibanding peran sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Horner menegaskan bahwa ia tidak menggantungkan masa depannya pada satu opsi saja. Sebaliknya, ia secara aktif menjajaki peluang di seluruh grid, sembari menjaga profil publik yang relatif rendah sejak meninggalkan Red Bull.
“Sejauh ini, saya sudah mendatangi hampir setiap tim di grid,” ujar Horner kepada Today Show Australia.
“Saya sangat sedikit berbicara di depan publik sejak meninggalkan Red Bull.”
Dalam beberapa pekan terakhir, nama Horner semakin kencang dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Alpine F1 Team. Spekulasi tersebut menguat setelah Flavio Briatore mengonfirmasi telah melakukan pembicaraan dengan Horner terkait potensi kerja sama di masa depan.
Struktur kepemilikan Alpine saat ini turut menjadi faktor penting. Sebanyak 24 persen saham tim dimiliki oleh Otro Capital, yang didukung sejumlah figur publik ternama. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa Otro Capital tengah mengeksplorasi opsi penjualan sahamnya, membuka kemungkinan perubahan besar dalam arah manajemen tim.
Menanggapi rumor kepulangannya ke Alpine maupun tim lain, Horner menegaskan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Ia menekankan bahwa ambisinya tetap berakar pada proyek yang memiliki visi kemenangan jangka panjang.
“Saya tersanjung dengan spekulasi bahwa saya akan ke tim ini atau tim itu,” kata Horner.
“Spekulasi seperti itu memang sangat umum di Formula 1.”
“Saya hanya akan kembali untuk peluang yang tepat. Bekerja dengan orang-orang yang sejalan dan benar-benar ingin menang. Saya tidak tertarik hanya sekadar ikut serta.”
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Horner sebagai salah satu figur paling berpengaruh di pasar manajemen Formula 1. Ke mana pun ia berlabuh, keputusan tersebut berpotensi membawa dampak signifikan terhadap struktur kekuasaan dan arah kompetitif tim yang bersangkutan pada era regulasi Formula 1 berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!