MotoGP, Sportrik Media - CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta mengakui bahwa penyelenggaraan Qatar Grand Prix 2026 berada dalam ketidakpastian akibat eskalasi konflik militer di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah serangan militer bersama yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir pekan lalu memicu serangan balasan di berbagai wilayah di kawasan tersebut. Situasi ini berdampak langsung pada sektor transportasi udara dengan sejumlah wilayah udara di Timur Tengah ditutup, sehingga menimbulkan gangguan perjalanan internasional.
Situasi tersebut telah memengaruhi kalender motorsport global. FIA World Endurance Championship menjadi kejuaraan besar pertama yang mengambil langkah dengan menunda balapan pembuka musim 2026 di Qatar yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret di Lusail International Circuit.

Sirkuit yang sama sebelumnya juga dijadwalkan menjadi tuan rumah putaran keempat MotoGP musim 2026 pada 12 April. Namun Ezpeleta untuk pertama kalinya mengakui secara terbuka bahwa balapan tersebut berpotensi tidak dapat digelar sesuai jadwal.
“Kemungkinan untuk kembali pada tanggal lain selalu ada. Jangan khawatir, kami selalu memiliki rencana cadangan,” ujar Ezpeleta dalam sebuah acara Estrella Galicia 0.0 di Madrid.
“Kami harus menunggu. Saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak akan pergi ke sana. Kami sudah berbicara dengan pihak Qatar sejak Minggu, dan keputusan akan segera dibuat.”
“Kemungkinannya kecil kami akan pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya juga tidak bisa mengatakan bahwa kami pasti tidak akan pergi,” tambahnya.
Ezpeleta juga menegaskan bahwa MotoGP tidak akan mencari lokasi pengganti jika balapan di Qatar akhirnya dibatalkan. Sebaliknya, penyelenggara lebih memilih menyesuaikan kalender jika diperlukan.
“Pergi ke tempat lain? Tentu tidak,” kata Ezpeleta.
“Apakah balapan akan dimasukkan kembali ke kalender? Kami cukup berpengalaman dalam menyusun jadwal. Kami akan mengetahui sesuatu dalam waktu dekat. Kami masih menunggu informasi dari mereka.”
Sementara itu, musim MotoGP 2026 baru saja dimulai akhir pekan lalu di Thailand dengan kemenangan diraih oleh Marco Bezzecchi. Juara dunia bertahan Marc Márquez gagal menyelesaikan balapan pembuka tersebut.
Dampak konflik regional juga mulai memunculkan pertanyaan terhadap kalender Formula 1. Kejuaraan tersebut dijadwalkan menggelar dua balapan beruntun di Timur Tengah pada April, yaitu Bahrain Grand Prix pada 12 April dan Saudi Arabian Grand Prix pada 19 April.
Selain itu, Qatar dan Abu Dhabi Grand Prix juga tercantum dalam kalender Formula 1 musim 2026, meskipun kedua balapan tersebut baru dijadwalkan berlangsung pada akhir musim di November dan Desember.
Formula 1 sendiri menyatakan bahwa pihaknya saat ini terus memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah. Sementara itu, seri pembuka musim di Australian Grand Prix di Melbourne tetap berjalan normal setelah tim-tim menggunakan penerbangan charter untuk mengatasi gangguan perjalanan internasional.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!