SPONSORED

Bagnaia Blak-blakan Usai Crash Misano: Ducati Menang, Saya Jatuh

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Bagnaia Blak-blakan Usai Crash Misano: Ducati Menang, Saya Jatuh
TO NEWS OVERVIEW
Bagnaia Blak-blakan Usai Crash Misano: Ducati Menang, Saya Jatuh

Pecco Bagnaia hanya bertahan lima putaran di MotoGP Misano. Sabtu kelam, Sprint tanpa poin, dan kini crash di belakang. Juara dunia dua kali itu pun angkat bicara dengan nada datar, hampir pasrah.

Lima Putaran yang Menyakitkan

Menyusuri Sirkuit Marco Simoncelli, Bagnaia tak pernah menemukan rasa pada Desmosedici-nya. Kualifikasi Q1 gagal, Sprint di luar sepuluh besar, dan balapan utama berakhir di gravel. Tiga seri beruntun tanpa poin: Silverstone, Aragon, Misano. Sementara di sisi lain garasi, Ducati justru menempatkan tiga motor di posisi empat besar.

“Saya terjatuh, itu bisa terjadi. Saya tidak banyak bicara, jujur saja. Ducati bekerja bagus, mereka menang, dan kami akan temukan solusinya,” ujar Bagnaia kepada Sky Italia. Kalimat “mereka menang” itu menusuk. Seolah ia sudah berbicara sebagai mantan pembalap tim pabrikan.

Pedrosa: DNA Marquez Lebih Cocok Jadi Pemimpin daripada Pemburu
Baca JugaPedrosa: DNA Marquez Lebih Cocok Jadi Pemimpin daripada Pemburu

Kutipan yang Menggantung

Ketika ditanya penyebab crash, ia enggan mengurai. “Saya jatuh,” potongnya. Namun saat disinggung soal peluang bangkit di Aprilia, Bagnaia sedikit membuka diri. “Semoga. Saya yakin 100 persen itu bisa terjadi. Tapi masih ada delapan balapan dan situasinya tidak mudah. Saya mendorong keras tapi tidak punya feeling, begitu mencoba hal berbeda saya langsung jatuh.”

ADVERTISEMENT

Ia juga menyoroti kerja keras tim yang tak berbuah manis. “Saya sangat menyesal karena tim bekerja sangat keras agar saya bisa tampil baik. Tapi hasil tak datang, sulit diterima. Ini kenyataan, saya terjatuh lagi hari ini.”

Motegi dan Red Bull Ring

Ditanya apakah Motegi bisa jadi titik balik, Bagnaia menjawab misterius. “Kita lihat nanti, tergantung. Tergantung apa, saya tak bilang, tapi tergantung.” Lalu tentang Austria: “Red Bull Ring trek yang indah. Saya selalu punya akhir pekan hebat sampai dua tahun lalu, semoga bisa kembali seperti itu.”

Jarak antara Bagnaia dan Ducati kian terasa. Performa buruk di Misano menambah beban mental, sementara para rival di Marc Marquez dan tim lain terus melaju. Delapan balapan tersisa, dan Bagnaia harus segera menemukan jawaban sebelum musim ini benar-benar menjadi mimpi buruk.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU