Lando Norris mengkritik keras aturan virtual safety car (VSC) Formula 1 yang dinilainya tidak adil, setelah insiden di Grand Prix Spanyol 2026 merenggut kemenangannya di Sirkuit Madring. Pembalap McLaren itu sudah melewati pintu pit ketika VSC dipanggil akibat mobil Aston Martin milik Lance Stroll yang berhenti, sementara para rival di belakangnya seperti Kimi Antonelli dan Max Verstappen dapat masuk pit dan kehilangan waktu jauh lebih sedikit.
"Saya hanya tidak beruntung, saya satu-satunya di seluruh grid yang tidak mendapat pitstop," ujar Norris kepada Sky Sports F1 usai balapan. "Saya kehilangan 20 detik dibanding seluruh grid. Ini di luar kendali saya, di luar kendali mereka. Aturan ini seharusnya tidak menentukan hasil balapan."
Norris menegaskan bahwa balapan seharusnya dimenangkan oleh pembalap dengan performa terbaik, bukan karena keberuntungan semata. Ia menyoroti bahwa dirinya telah meraih pole position dan memimpin balapan, namun harus rela kehilangan kemenangan karena faktor yang tidak bisa ia kontrol. "Saya tidak merasa banyak pembalap yang kehilangan kemenangan karena hal ini. Sangat frustrasi, saya tidak merasa ini cara yang adil untuk kalah," tambahnya.

Pembalap Inggris itu mengungkapkan bahwa isu ini telah dibahas dalam pertemuan pembalap. Ia mengusulkan agar VSC setidaknya ditunda satu putaran sebelum diaktifkan, sehingga semua pembalap memiliki kesempatan yang sama untuk masuk pit. "Kami sudah membicarakannya di briefing pembalap, mereka harus menundanya setidaknya satu putaran agar adil bagi semua," jelasnya. Alternatif lain yang ia lontarkan adalah menutup pintu pit selama VSC, kecuali untuk keadaan darurat seperti ban bocor.
Meski kecewa, Norris menyadari bahwa perubahan aturan tidak bisa dilakukan secara instan. "Ini bukan sesuatu yang bisa saya minta begitu saja. Saya pikir sebagai kelompok pembalap, kami semua menginginkannya. Tapi ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti kondisi hujan atau ban slick. Ini subjek yang rumit," ujarnya.
Insiden ini menambah daftar kontroversi terkait VSC di Formula 1. Sebelumnya, beberapa pembalap juga pernah merasakan dampak serupa, baik diuntungkan maupun dirugikan. Namun, bagi Norris, kehilangan kemenangan di Madrid terasa lebih menyakitkan karena ia telah tampil sempurna sepanjang akhir pekan. "Saya tidak bisa melakukan hal lain sebagai pembalap. Pole, memimpin balapan, dan kehilangannya karena sesuatu di luar kendali saya. Saya tidak berpikir ini cara balapan seharusnya dimenangkan," pungkasnya.
Dengan hasil ini, Max Verstappen dan Kimi Antonelli memanfaatkan momentum untuk meraih hasil maksimal, sementara Norris harus puas dengan posisi yang tidak mencerminkan performanya. Klasemen pembalap pun semakin ketat, dan insiden ini bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar juara dunia 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!