Toto Wolff akhirnya buka suara. Bos Mercedes-AMG F1 itu tak tinggal diam melihat George Russell dihantam kritik publik usai secara terbuka mengakui kesulitan mengejar Kimi Antonelli dalam perebutan gelar juara dunia F1 2026. Dalam wawancara eksklusif dengan Sky Sports F1 pasca GP Spanyol, Wolff melontarkan pembelaan keras, menyebut tudingan bahwa timnya sengaja mengorbankan Russell sebagai omong kosong belaka.
"Ada beberapa 'couch warriors' yang asal menjatuhkan komentar setelah menonton potongan video di internet. Menuduh kami memberikan penalti strategi atau merugikan George adalah omong kosong besar," tegas Wolff dengan nada geram. Ia menyoroti bagaimana opini publik terbentuk dari informasi sepotong, tanpa memahami dinamika internal tim yang sesungguhnya.
Peringatan Keras untuk Kedua Pembalap
Ketegangan di garasi Mercedes sebenarnya sudah memuncak sejak GP Italia pekan lalu. Kimi Antonelli merangsek dari posisi ke-19 dan terlibat duel roda-ke-roda yang intens dengan Russell. Wolff mengakui bahwa dirinya hampir menekan tombol team order darurat karena jantungnya serasa mau copot melihat kedua mobil nyaris bersenggolan.

"Pertarungan mereka di trek sangat tipis. Jika salah satu dari mereka berakhir di area gravel, kita semua di Mercedes akan terlihat seperti orang bodoh, sama seperti yang dialami tim lain," ujar Wolff kepada Yahoo Sports. Ia bahkan sempat memberikan peringatan ekstrem pertengahan musim ini: jika persaingan sehat berubah menjadi toxic seperti era Hamilton vs Rosberg, ia tidak akan ragu mencopot salah satu pembalap dari kursi utama.
Membela Strategi Monza: Tidak Ada Pilih Kasih
Wolff juga meluruskan spekulasi bahwa timnya sengaja memenangkan Antonelli lewat strategi pit stop saat Virtual Safety Car (VSC) di Monza. Menurutnya, strategi awal memprediksi one-stop menggunakan ban Hard yang dipakai Russell adalah opsi terbaik. Namun, ban Medium terpaksa diberikan kepada Antonelli karena ia harus melakukan serangan dari barisan belakang. Momentum VSC yang tak terduga justru menguntungkan ban Medium Antonelli.
"Selama kami transparan dan tidak ada agenda tersembunyi atau pilih kasih, ini adalah cara terbaik mengelolanya," tambah Wolff membela keputusan timnya.
Kekaguman pada Antonelli: Seperti AI
Meskipun berusaha keras menjaga mental Russell agar tidak drop total, Wolff tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Antonelli yang baru berusia 20 tahun. Dalam wawancara terpisah dengan MotorBiscuit, Wolff menyamakan proses adaptasi kilat Antonelli seperti sistem kecerdasan buatan (AI agent) yang mampu belajar dari kesalahan masa lalu dalam sekejap dan langsung mengeksekusi kemenangan demi kemenangan.
Pujian ini kontras dengan situasi Russell yang tertinggal 81 poin dari Antonelli di klasemen sementara. Wolff kini memainkan peran krusial sebagai penengah: di satu sisi ia harus membiarkan Antonelli melaju mulus mengunci gelar juara dunia 2026, di sisi lain ia harus mati-matian menjaga nama baik dan kondisi psikologis Russell agar Mercedes tetap solid demi mengamankan gelar Juara Dunia Konstruktor tanpa perang saudara di sisa musim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!