Formula 1, Sportrik Media - Mattia Binotto menegaskan bahwa Audi memiliki potensi untuk menyamai bahkan melampaui standar power unit Formula 1 yang saat ini ditetapkan oleh Mercedes, Ferrari, dan Honda, meski pabrikan asal Jerman tersebut harus siap menghadapi kegagalan teknis pada fase awal proyeknya.
Audi resmi memasuki grid grand prix sebagai salah satu dari dua pabrikan power unit baru pada era regulasi 2026, bersama Red Bull Powertrains yang memiliki aliansi teknis dengan Ford. Masuknya Audi menandai ambisi jangka panjang grup Ingolstadt untuk menjadi kekuatan utama Formula 1, baik sebagai tim pabrikan maupun pemasok unit daya kelas dunia.
Pada tes shakedown pramusim di Barcelona, Audi mencatat total 240 lap dengan program yang sempat terganggu masalah teknis. Kendala tersebut membatasi waktu lintasan bagi Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto, sekaligus menegaskan bahwa fase awal pengembangan masih berfokus pada validasi sistem dan stabilitas operasional.
Audi secara terbuka menargetkan persaingan gelar dunia pada 2030. Untuk mencapainya, mereka harus menantang dominasi historis Mercedes, Ferrari, dan Honda, tiga pabrikan yang secara kolektif telah memenangkan 576 balapan, 35 gelar pembalap, dan 34 gelar konstruktor dari total 1.149 grand prix kejuaraan dunia.
Binotto, yang menjabat sebagai chief technical officer sekaligus chief operating officer Audi Formula 1, menilai pengalaman dan stabilitas organisasi menjadi kekuatan utama para rival tersebut. Namun ia menegaskan bahwa Audi memiliki sumber daya dan komitmen yang dibutuhkan untuk menutup kesenjangan tersebut dalam jangka menengah.
“Mereka memiliki pengalaman paling besar dan organisasi yang sudah mapan. Jika sebuah tim atau pabrikan hebat di masa lalu, mereka akan tetap hebat di masa depan, tidak ada keraguan,” ujar Binotto.
“Mereka adalah pesaing yang sangat kuat. Tantangannya akan sangat sulit bagi kami, tetapi di sisi lain, saya yakin kami memiliki semua sarana untuk suatu hari nanti menjadi sukses dan juga menjadi tolok ukur powertrain.”
Binotto menekankan bahwa Audi tidak menargetkan keunggulan instan sejak debut, dan menyebut ekspektasi semacam itu tidak realistis dalam konteks regulasi baru yang kompleks.
“Saya tidak mengharapkan power unit kami menjadi yang terbaik sejak awal. Itu tidak mungkin dan tidak realistis,” jelasnya.
“Kami berada dalam sebuah perjalanan, dan kami harus tetap fokus pada diri kami sendiri.”
Ia juga menegaskan bahwa kegagalan teknis dan isu reliabilitas kemungkinan besar akan muncul selama musim-musim awal, namun respons organisasi terhadap masalah tersebut akan menjadi ukuran utama kemajuan Audi.
“Kami mungkin akan menghadapi masalah selama musim, termasuk kegagalan reliabilitas,” kata Binotto.
“Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana tim bereaksi, tidak menyisakan satu pun detail, belajar dari masalah tersebut, dan menunjukkan kapasitas untuk berkembang.”
Dengan komitmen penuh Audi sebagai merek global dan pendekatan pengembangan jangka panjang, Binotto yakin target 2030 bukanlah horizon yang jauh. Kemampuan Audi untuk berkembang dari balapan ke balapan pada era regulasi baru akan menentukan apakah mereka dapat menempatkan diri sejajar, atau bahkan melampaui, para raksasa Formula 1 saat ini.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!