Audi Kembali Desak FIA Tindak Isu Rasio Kompresi F1 2026

© Audi Revolut F1 Team
© Audi Revolut F1 Team

Formula 1, Sportrik Media - Audi kembali menyerukan agar FIA mengambil tindakan tegas terkait dugaan celah regulasi pada rasio kompresi power unit jelang dimulainya musim Formula 1 2026, di tengah kekhawatiran akan terganggunya kesetaraan kompetitif pada era regulasi baru.

Musim 2026 menandai perubahan teknis paling signifikan dalam satu dekade terakhir di Formula 1, dengan diperkenalkannya power unit generasi baru yang meningkatkan output listrik secara drastis serta menghapus komponen MGU-H. Perubahan tersebut dirancang untuk menciptakan keseimbangan baru antara performa, efisiensi, dan keberlanjutan, namun fase pra-musim justru diwarnai kontroversi teknis.

Isu ini mencuat setelah muncul informasi bahwa Mercedes dan Red Bull Racing diduga mampu mengoperasikan power unit mereka pada rasio kompresi yang lebih tinggi dari batas 16:1 yang ditetapkan dalam regulasi. Rasio kompresi merupakan elemen krusial dalam proses pembakaran mesin pembakaran internal, dan peningkatan di area tersebut berpotensi menghasilkan keuntungan performa yang signifikan dalam waktu satu putaran.

Kekhawatiran para pabrikan semakin meningkat karena rasio kompresi tersebut hanya diukur dalam kondisi statis, sehingga membuka ruang interpretasi teknis yang dianggap bertentangan dengan semangat regulasi. Audi menilai bahwa jika celah ini dibiarkan, maka prinsip level playing field yang menjadi fondasi regulasi 2026 akan terancam.

Pertemuan antara para pabrikan power unit dan FIA telah digelar pekan lalu, namun diskusi tersebut belum menghasilkan keputusan final. Situasi ini mendorong Audi untuk kembali menyuarakan posisinya secara terbuka, menekankan pentingnya kepastian regulasi sebelum musim dimulai.

Direktur teknis Audi, James Key, menyatakan bahwa pabrikan Jerman tersebut tetap menaruh kepercayaan pada FIA untuk mengambil keputusan yang tepat, meski ia menegaskan bahwa isu ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Kami harus, seperti yang selalu kami lakukan, mempercayai FIA untuk membuat keputusan yang benar,” ujar Key kepada media internasional, termasuk RacingNews365.

Key menekankan bahwa regulasi baru menuntut kesetaraan mutlak sejak awal, mengingat ruang pengembangan power unit sangat terbatas akibat sistem homologasi.

“Ini adalah regulasi baru, dan Anda harus memiliki level playing field,” lanjutnya.

Untuk menjelaskan sudut pandang Audi, Key menggunakan analogi aerodinamika yang menyoroti ketidakadilan jika satu solusi teknis dibiarkan hanya untuk satu pihak.

“Jika seseorang menemukan diffuser yang cerdas dan Anda mengatakan itu bukan hal yang benar untuk dilakukan, lalu semua orang lain dilarang menggunakannya tetapi satu tim boleh mempertahankannya sepanjang musim, itu tidak masuk akal. Kami tidak akan pernah menerima hal seperti itu.”

Menurut Key, jika solusi teknis tersebut dianggap menyimpang dari maksud regulasi, maka FIA harus mengambil langkah pengendalian yang jelas dan tegas.

“Jika itu semacam cara untuk menghindari maksud regulasi, maka itu harus dikendalikan dengan satu atau lain cara.”

Kekhawatiran Audi tidak berhenti pada aspek teknis semata, tetapi juga pada dampak kompetitif jangka panjang. Key memperingatkan bahwa jika FIA mengizinkan penggunaan rasio kompresi yang lebih tinggi sepanjang musim, maka beberapa tim berpotensi menjalani musim yang praktis tidak kompetitif.

Ia menyoroti fakta bahwa power unit 2026 bersifat sangat terkunci secara regulasi, sehingga tim yang tertinggal tidak memiliki jalur pengembangan cepat untuk mengejar ketertinggalan.

“Kami mempercayai FIA untuk melakukan hal itu, karena tidak ada yang ingin ‘duduk’ satu musim penuh jika ada keuntungan yang sangat jelas dan tidak bisa Anda apa-apakan pada power unit yang sudah dihomologasi,” jelas Key.

Dari sudut pandang Audi, kepastian dan konsistensi penegakan regulasi menjadi kunci agar musim 2026 tidak ditentukan oleh satu interpretasi teknis sejak awal. Dengan Audi bersiap menjalani musim penuh pertamanya sebagai pabrikan Formula 1, isu ini memiliki implikasi strategis besar terhadap investasi jangka panjang mereka di kejuaraan.

“Bagi kami, harapannya FIA akan membuat keputusan yang tepat,” tutup Key.

Isu rasio kompresi ini kini menjadi salah satu ujian awal bagi FIA dalam mengelola era regulasi baru Formula 1. Keputusan yang diambil tidak hanya akan menentukan arah persaingan 2026, tetapi juga menjadi preseden penting dalam bagaimana celah teknis ditangani di tengah perubahan besar pada filosofi power unit.

Dengan musim semakin dekat, tekanan terhadap FIA untuk memberikan kejelasan semakin meningkat. Bagi Audi dan pabrikan lain, hasil dari perdebatan ini akan sangat menentukan apakah Formula 1 2026 dimulai dengan fondasi kompetitif yang adil, atau justru dibayangi kontroversi sejak balapan pertama.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG