MotoGP, Sportrik Media - Pembalap Alex Rins mengakui proyek Yamaha saat ini masih “sangat jauh dari para pesaing” setelah menjalani tes pramusim MotoGP di Thailand dengan hanya satu motor pada hari terakhir.
Situasi tidak biasa terjadi di garasi Yamaha ketika Rins harus menyerahkan unit motornya kepada rekan setimnya, Fabio Quartararo, sehingga ia hanya memiliki satu motor untuk menyelesaikan program pengujian. Kondisi tersebut mencerminkan tantangan teknis dan keterbatasan yang sedang dihadapi pabrikan asal Iwata.
“Ini hari yang sulit untuk dikelola dengan satu motor saja. Kami mencoba beberapa set-up. Kami tidak bisa melakukan banyak putaran karena saya hanya memiliki satu motor,” ujar Rins.

Meski dalam kondisi terbatas, tim tetap menyelesaikan simulasi sprint race. Namun hasilnya belum menggembirakan.
“Kami masih sangat jauh dari para pesaing,” tegasnya.
Keputusan untuk menyerahkan motor terjadi pada malam sebelumnya. Rins mengungkapkan bahwa tim meminta persetujuannya sebelum makan malam.
“Mereka bertanya apakah saya setuju. Saya jawab: apa lagi yang bisa saya lakukan? Dia membutuhkan motor saya. Kami harus terus bekerja pada proyek ini,” katanya.
Rins menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk profesionalisme dan komitmen terhadap pengembangan jangka panjang tim.
“Kadang kita harus menjadi seorang gentleman,” tambahnya.
Secara performa, ia sempat mencoba memperbaiki catatan waktu dengan ban baru di penghujung sesi. Namun mesin yang sudah menempuh jarak tinggi membatasi peningkatan performa.
“Saya sedikit memperbaiki waktu, tetapi mesin sudah memiliki kilometre yang cukup tinggi dan saya merasakan penurunan tenaga,” jelasnya.
Dari sisi mental, Rins menunjukkan pendekatan yang lebih matang. Ia mengaku telah belajar mengelola frustrasi ketika performa tidak sesuai harapan.
“Saya mencoba menyalurkan rasa kesal saat mengendarai motor. Ketika motor tidak bekerja dengan baik atau saya tidak bisa mencatat waktu bagus, saya mencoba mengelola frustrasi itu dalam lap kembali ke pit agar tiba di garasi dengan kondisi mental lebih baik,” ungkapnya.
Secara fisik, Rins memastikan dirinya dalam kondisi optimal setelah sebelumnya mengalami masalah mobilitas.
“Secara fisik saya merasa sangat kuat. Saya bisa berjalan normal, berlari, bersepeda. Saya menjalani pramusim yang sangat baik di rumah dan di gym,” ujarnya.
Menjelang Grand Prix Thailand yang akan menjadi pembuka musim, Rins bersikap realistis mengenai ekspektasi.
“Apakah saya siap atau tidak, saya tidak pernah tahu. Yang pasti, tidak ada pembalap yang siap berada di posisi belakang. Itu kenyataannya.”
Dengan Yamaha masih berada dalam fase pengembangan besar, awal musim 2026 diperkirakan akan menjadi periode evaluasi sekaligus penyesuaian sebelum tim mampu mendekati level kompetitif pabrikan terdepan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!