Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu kehilangan hasil lebih baik pada MotoGP Catalunya 2026 setelah keduanya menerima penalti pasca-balapan akibat pelanggaran aturan tekanan ban minimum. Penalti 16 detik yang dijatuhkan kepada kedua pembalap Pramac Yamaha menjadi bagian dari gelombang hukuman yang memengaruhi lima pembalap setelah balapan yang berlangsung penuh gangguan dan tiga kali start ulang di Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Meski penalti tersebut hanya membuat Miller turun ke posisi ke-15 dan Razgatlioglu ke posisi ke-16 dalam klasifikasi akhir, selisih waktu mereka terhadap pemenang balapan, Fabio Di Giannantonio, meningkat lebih dari dua kali lipat. Situasi ini menjadi salah satu konsekuensi langsung dari penerapan regulasi tekanan ban yang terus menjadi perhatian utama di MotoGP dalam beberapa musim terakhir.
Prinsipal tim Pramac, Gino Borsoi, menjelaskan bahwa kondisi balapan di Catalunya menciptakan tantangan teknis yang jauh lebih kompleks dibandingkan grand prix normal. Dua kali penghentian balapan sebelum restart ketiga menyebabkan tim harus menghitung ulang parameter tekanan ban dalam waktu singkat, sementara jarak balapan yang dipangkas dari 24 lap menjadi hanya 12 lap mengubah karakteristik pemanasan ban secara signifikan.

"Sangat sulit mendapatkan tekanan yang tepat setelah dua kali restart. Balapannya pendek sehingga pembalap memiliki lebih sedikit waktu untuk menaikkan temperatur ban. Jika Anda berada sendirian di lintasan itu satu cerita, tetapi jika berada di dalam kelompok pembalap, situasinya berbeda," kata Borsoi.
Menurut Borsoi, tim juga harus menyeimbangkan antara kepatuhan terhadap regulasi dan keselamatan pembalap. Tekanan awal yang terlalu tinggi memang dapat membantu memenuhi batas minimum yang ditentukan regulasi, tetapi berisiko mengurangi performa dan grip ban. Sebaliknya, tekanan yang terlalu rendah berpotensi menghasilkan penalti jika tidak mencapai ambang batas selama persentase lap yang diwajibkan oleh regulasi.
Pada balapan normal, pembalap harus berada di atas tekanan minimum selama 60 persen jarak lomba. Namun karena restart terakhir Catalunya hanya berlangsung 12 lap, batas tersebut turun menjadi 30 persen seperti pada Sprint Race. Meski demikian, jumlah pembalap yang gagal memenuhi aturan tetap tinggi. Enam pembalap sempat diselidiki, dengan hanya Francesco Bagnaia yang dibebaskan setelah ditemukan adanya kebocoran pada pelek roda yang memengaruhi pembacaan tekanan ban.
Faktor lain yang memperumit situasi adalah rendahnya tingkat grip permukaan lintasan Catalunya. Kondisi tersebut membuat ban membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan panas dan meningkatkan tekanan internal. Borsoi menilai karakteristik lintasan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa begitu banyak pembalap akhirnya terkena penalti setelah balapan.
Dampak terbesar dirasakan oleh Joan Mir, yang kehilangan posisi podium setelah turun dari posisi kedua menjadi urutan ke-13 akibat hukuman serupa. Dengan Pirelli akan mengambil alih peran pemasok ban tunggal MotoGP mulai musim 2027, diskusi mengenai metode pengawasan tekanan ban diperkirakan akan terus menjadi topik penting menjelang putaran-putaran berikutnya dalam musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!