SPONSORED

McLaren Bela Strategi Ban yang Gagal di Kanada

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
McLaren Bela Strategi Ban yang Gagal di Kanada TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

McLaren mempertahankan keputusan kontroversial menggunakan ban intermediate pada start Formula 1 Grand Prix Kanada 2026 meskipun strategi tersebut akhirnya berujung hasil mengecewakan bagi tim asal Woking. Kepala tim Andrea Stella menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan yang tepat berdasarkan kondisi lintasan saat keputusan harus diambil, bukan berdasarkan hasil akhir yang terjadi setelah balapan dimulai.

Dari baris kedua grid, Lando Norris dan Oscar Piastri menjadi satu-satunya kandidat terdepan yang memilih ban intermediate ketika hujan ringan masih turun di Sirkuit Gilles Villeneuve. Mayoritas rival langsung memilih ban slick meskipun kondisi lintasan masih licin akibat hujan yang baru saja mengguyur Montreal.

Pada fase awal, strategi tersebut tampak menjanjikan. Norris langsung melesat ke posisi terdepan setelah start berlangsung. Namun situasi berubah drastis akibat prosedur start yang tertunda. Kegagalan mobil Arvid Lindblad menyelesaikan formation lap pertama memicu abort start dan menghasilkan dua formation lap tambahan sebelum balapan benar-benar dimulai. Waktu ekstra tersebut membuat lintasan mengering jauh lebih cepat dibandingkan proyeksi awal McLaren.

Wolff Buka Peluang Team Order untuk Antonelli
Baca JugaWolff Buka Peluang Team Order untuk Antonelli

Stella menjelaskan bahwa keputusan penggunaan ban harus dibuat sekitar tujuh menit sebelum start resmi. Pada saat itu, tim melihat kondisi lintasan sudah mulai kehilangan grip dan hujan masih turun di beberapa bagian sirkuit. Berdasarkan data yang tersedia, ban intermediate dinilai sebagai pilihan paling aman untuk menghadapi lap pertama dan menghindari risiko kehilangan kendali saat temperatur ban slick belum optimal.

ADVERTISEMENT

"Dalam pandangan kami, lintasan sudah licin dan sulit mempertahankan temperatur pada ban slick. Saat keputusan harus diambil, kondisi yang ada mendukung penggunaan ban intermediate," kata Stella.

Menurut Stella, perubahan cuaca yang sangat cepat menjadi faktor utama yang merugikan McLaren. Hujan berhenti hanya beberapa menit setelah keputusan dibuat, sementara dua formation lap tambahan memberikan waktu cukup bagi lintasan untuk bertransisi dari kondisi basah menjadi hampir sepenuhnya kering. Akibatnya, keunggulan awal ban intermediate langsung menghilang sebelum balapan memasuki fase kompetitif.

Dampak strategi tersebut terlihat jelas pada hasil akhir. Piastri harus masuk pit lebih awal untuk beralih ke ban slick dan kemudian menerima penalti setelah insiden dengan Alex Albon. Pembalap Australia itu hanya finis di posisi ke-11. Sementara Norris yang sempat memimpin balapan gagal menyelesaikan lomba akibat masalah yang diyakini berasal dari gearbox, mengakhiri peluang McLaren meraih hasil besar di Montreal.

ADVERTISEMENT

Dari sisi analisis strategis, McLaren berargumen bahwa keputusan tersebut harus dinilai berdasarkan informasi yang tersedia pada saat pengambilan keputusan, bukan berdasarkan hasil akhir. Stella bahkan meyakini bahwa apabila hujan bertahan sedikit lebih lama atau start berlangsung sesuai jadwal semula, para pembalap yang menggunakan ban slick kemungkinan akan mengalami kesulitan lebih besar. Meski demikian, hasil GP Kanada menjadi pengingat bahwa dalam Formula 1 modern, perubahan kecil pada cuaca dan prosedur start dapat mengubah seluruh arah strategi hanya dalam hitungan menit, sebuah faktor yang berpotensi memengaruhi persaingan gelar antara Norris, Piastri, dan para rival mereka pada putaran-putaran berikutnya.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU