Bos Ducati Davide Tardozzi Soroti Momen Sulit di Musim 2025 Meski Dominan

Davide Tardozzi, bos tim Racesport.n
Davide Tardozzi, bos tim Racesport.n

MotoGP, Sportrik Media – Ducati Lenovo Team mencatat salah satu musim paling dominan dalam sejarah MotoGP 2025, namun Davide Tardozzi, bos tim, menyoroti satu insiden signifikan yang tetap menjadi momen sulit bagi tim dan komunitas MotoGP, terlepas dari 17 kemenangan Grand Prix dan sapuan gelar dunia.

 

Musim 2025 ditandai oleh performa luar biasa dari Marc Marquez, yang meraih 11 kemenangan balapan utama serta 14 sprint untuk mengamankan gelar MotoGP ketujuhnya lebih awal, membawa Ducati ke puncak klasemen konstruktor, pembalap, dan tim. Namun dominasi statistik ini tidak lepas dari kontroversi di beberapa seri, terutama di kandang tradisional Ducati.

 

Tardozzi kembali mengomentari insiden yang terjadi di Circuito Internazionale del Mugello, di mana Marquez mendapatkan cemoohan dari sebagian besar penonton saat merayakan kemenangan sprint. Insiden ini, menurut Tardozzi, mencerminkan sisa “permusuhan lama” yang bermula sejak perselisihan antara Marquez dan Valentino Rossi pada 2015, yang terus membayangi respons fanbase terhadap pembalap.

Marc Marquez
Marc Marquez 

Dalam film dokumenter DAZN yang meninjau musim 2025 Marquez, Tardozzi mengatakan bahwa cemoohan itu “menjadi momen sangat sulit” karena menurutnya penghormatan terhadap pemenang seharusnya menjadi prinsip dasar penonton MotoGP, terlepas dari rivalitas pribadi.

“Ada lebih dari 50% penonton mengenakan kaos merah di Mugello,” ujar Tardozzi, “Seorang pembalap sebesar Marc, mengendarai Ducati di Mugello dan meraih kemenangan, seharusnya tidak dicemooh. Saya benar-benar lelah dengan kenangan 2015 itu.”

Tardozzi menegaskan bahwa insiden tahun 2015 bukanlah kesalahan satu pihak, namun ia meminta agar fanbase MotoGP berfokus pada penghormatan terhadap prestasi sportif dan tidak terus membawa masa lalu. “Cukup sudah tentang 2015 setelah 10 tahun,” katanya. “Kesalahan terbagi 50/50 antara Marc dan Valentino, jadi sudah saatnya kita mengakhiri hal ini.”

 

Komentar Tardozzi mencerminkan ketegangan antara sejarah rivalitas MotoGP dan harapan tim terhadap dukungan netral, menunjukkan bagaimana dinamika fanbase dapat berdampak pada suasana balapan, reputasi pembalap, dan persepsi publik terhadap dominasi tim seperti Ducati Lenovo di pentas global. 

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

Dakar 2026 : Anlisis, Klasemen

TONTON SEKARANG