FIA mengonfirmasi bahwa stage kualifikasi sedang dipertimbangkan untuk kembali digunakan di WRC pada musim 2027. Jika terwujud, ini akan menjadi perubahan besar dalam cara menentukan urutan start di reli gravel.
WRC sebenarnya pernah menggunakan format ini pada 2012-2013. Saat itu, stage kualifikasi dipakai untuk menentukan urutan jalan di event gravel, di mana posisi start lebih awal sering menjadi kerugian karena pembalap harus membersihkan kerikil lepas dari permukaan jalan. Pembalap yang lebih cepat justru bisa memilih posisi start yang lebih menguntungkan.
Namun, European Rally Championship (ERC) yang telah lama menggunakan sistem ini justru mengubah pendekatannya pada 2024. Kini, 15 pembalap tercepat di kualifikasi dibalik urutannya untuk event gravel, sementara untuk event aspal, mereka tetap start sesuai urutan kualifikasi.

Pertimbangan ini muncul seiring dengan lahirnya mobil WRC27 yang akan digunakan mulai 2027. Toyota, RallyOne Project, dan RMC Motorsport akan membangun mobil dengan komponen Rally2, sementara M-Sport akan meningkatkan Fiesta Rally2 ke spesifikasi 'Kit' dengan aerodinamika lebih baik musim depan. Dengan spesifikasi yang lebih setara, perbedaan posisi start bisa menjadi faktor penentu yang sangat besar.
Direktur Olahraga Jalan FIA, Emilia Abel, mengonfirmasi bahwa evaluasi sedang berlangsung, namun keputusan final belum diambil. "Ini bagian dari diskusi regulasi olahraga. Kami masih dalam fase di mana semua opsi terbuka, tetapi pertama-tama ini harus selaras dengan Promotor, kemudian dengan komisi, dan divalidasi oleh mereka," ujarnya.
Jika stage kualifikasi tidak dihidupkan kembali, Toyota diprediksi akan menjadi pihak yang paling dirugikan. Mereka adalah satu-satunya pabrikan yang akan turun penuh di setiap seri WRC tahun depan dengan mobil spesifikasi WRC27, sehingga besar kemungkinan mereka akan sering start di posisi depan pada event gravel jika urutan masih ditentukan berdasarkan klasemen.
Direktur Teknis WRC Toyota, Tom Fowler, menjelaskan betapa krusialnya masalah ini. "Lihatlah reli gravel saat ini. Ambil mobil nomor satu dengan Rally1, dan mobil Rally2 pertama yang start di posisi 12. Mobil Rally1 hanya bisa mengungguli mobil Rally2 di posisi 12 itu, padahal perbedaan tenaganya 100 horsepower. Artinya, perbedaan urutan jalan antara posisi 1 dan 12 setara dengan performa 100 hp," paparnya.
Fowler menambahkan bahwa dengan regulasi teknis yang sama, mustahil mencari performa sebesar itu. "Karena itu, ini harus dikelola dari sisi olahraga. Jika kita ingin bersaing dengan mobil yang memiliki rasio tenaga terhadap berat sama, maka kondisi start harus dibuat seimbang. Hanya bisa dilakukan lewat regulasi olahraga," tegasnya.
Ia pun menegaskan target utama: "Kita harus memastikan pembalap tercepat dengan mobil terbaik tetap bisa menang. Jika urutan jalan yang aneh mengganggu hal itu, maka itu tidak adil."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!