Fabio Quartararo menyerukan agar MotoGP meniru Formula 1 dalam hal jumlah sprint race per musim. Pembalap Yamaha itu berpendapat bahwa jika sprint qualifying akan diperkenalkan, jumlah sprint harus dikurangi agar tidak membebani pembalap secara berlebihan.
MotoGP pertama kali memperkenalkan format sprint pada 2023, beberapa tahun setelah F1 memulai eksperimen serupa. Namun, ada perbedaan mendasar: MotoGP menggelar sprint di setiap putaran musim, sementara F1 hanya enam sprint. Pada 2027, F1 berencana menggelar 10 sprint. F1 juga menambahkan sesi kualifikasi terpisah untuk sprint, sesuatu yang kabarnya sedang dipertimbangkan MotoGP.
Menanggapi hal itu, Quartararo angkat bicara. "Saya tidak tahu pasti," ujarnya saat ditanya tentang sprint qualifying. "Tapi pendapat saya tentang sprint adalah jika mereka ingin melakukannya seperti F1, kita harus memiliki jumlah sprint yang sama dengan F1. Menurut saya, itulah yang perlu kita lakukan. Saya senang dengan 10, bahkan 12 pun saya senang! Tapi ini benar-benar intens."

Ia menekankan tingginya tekanan dan risiko keselamatan, terutama saat start. "Jumlah stres yang kita alami dan segalanya selama start, untuk keselamatan juga, yang kita tahu start adalah momen paling berbahaya. Jika mereka ingin menggelar sprint qualifying, maka saya pikir kita perlu meniru persis seperti F1."
Usulan sprint qualifying ini muncul beberapa tahun setelah para pembalap mengetahui akan adanya sprint race untuk 2023 melalui media. Tanpa serikat pekerja yang resmi, pembalap memiliki sedikit suara dalam arah kejuaraan. Ketika ditanya apakah MotoGP seharusnya lebih banyak berkonsultasi dengan pembalap, Quartararo menjawab: "Mereka menambahkan sprint tanpa benar-benar bertanya. Sekarang setelah kita menjalani sprint, tentu mereka tidak akan [mengubahnya]. Kami di sini untuk balapan. Jika mereka menyuruh kami melakukan 22 sprint, kami lakukan 22 sprint. Jika mereka menyuruh kami melakukan 12, kami lakukan 12. Tapi kami bukan yang memutuskan apa yang harus kami lakukan. [Jika harus dua sesi kualifikasi] kami akan lakukan dua sesi kualifikasi, bahkan tiga."
Pernyataan Quartararo menyoroti ketegangan antara keinginan pembalap dan keputusan penyelenggara. Dengan jadwal yang padat dan fokus pada keselamatan, usulan pengurangan sprint bisa menjadi bahan diskusi penting di masa depan. Namun, tanpa keterlibatan langsung pembalap dalam pengambilan keputusan, perubahan signifikan mungkin sulit terwujud dalam waktu dekat.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!