Max Verstappen menyebut Grand Prix Kanada 2026 sebagai balapan “normal” pertamanya musim ini setelah menjalani awal kampanye Formula 1 yang penuh masalah teknis, insiden, dan ketidakstabilan performa. Pembalap Red Bull Racing itu akhirnya meraih podium pertamanya tahun ini di Circuit Gilles Villeneuve usai finis ketiga di belakang pemenang balapan Kimi Antonelli dan Lewis Hamilton.
RB22 sejauh ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam karier Verstappen di era ground effect terbaru. Mobil Red Bull dinilai sulit dipahami dalam berbagai kondisi lintasan, terutama terkait keseimbangan aerodinamika, respons front-end, dan degradasi ban. Verstappen sendiri beberapa kali mengakui belum mampu menemukan kenyamanan penuh di balik kemudi mobil 2026 tersebut.
Meski Red Bull membawa update penting pada seri Miami dan sempat menunjukkan progres, performa mobil kembali terlihat tidak konsisten di Kanada. Namun situasi balapan yang kacau justru membuka peluang besar bagi Verstappen. Strategi kontroversial McLaren yang memulai balapan dengan ban intermediate untuk Lando Norris dan Oscar Piastri, ditambah kegagalan power unit George Russell, membuat Verstappen ikut terlibat dalam perebutan podium bersama Hamilton.

Duel Verstappen melawan Hamilton menjadi salah satu momen paling menarik di penghujung balapan. Kedua pembalap memanfaatkan karakter Circuit Gilles Villeneuve yang sangat sensitif terhadap manajemen energi dan slipstream.
“Ya, itu sangat bagus. Saya sangat menikmatinya,” kata Verstappen kepada media termasuk RacingNews365.
“Ketika Anda berada dalam jarak satu detik di sirkuit ini, Anda bisa menggunakan lebih banyak energi dan mendapatkan kecepatan ekstra di lintasan lurus. Di sini itu sangat efektif.”
Pada akhirnya Verstappen tidak mampu mempertahankan posisi dari tekanan Hamilton, yang berhasil meraih hasil terbaiknya sejak bergabung dengan Ferrari. Namun bagi Verstappen sendiri, akhir pekan Montréal tetap menjadi titik positif penting setelah serangkaian balapan sulit sejak awal musim.
Pembalap Belanda itu sebelumnya mengalami kecelakaan di sesi qualifying GP Australia pembuka musim, lalu gagal finis di China. Di Suzuka, Verstappen hanya mampu finis kedelapan dalam salah satu akhir pekan terburuknya dalam beberapa musim terakhir. Sementara di Miami, peluang podium hilang setelah spin pada lap pertama memaksanya recovery dari midfield hingga finis kelima.
“Pada beberapa lap terakhir saya mencoba kembali mendekat, tetapi itu menyenangkan. Kami benar-benar push flat out dan itu sangat bagus untuk saya,” ujar Verstappen.
“Saya rasa ini juga balapan pertama saya musim ini di mana saya benar-benar menjalani balapan normal dan tidak ada hal gila yang terjadi. Jadi itu juga menyenangkan.”
Pernyataan Verstappen memperlihatkan bagaimana konsistensi kini menjadi tantangan terbesar Red Bull di era regulasi terbaru. Meski kecepatan balapan mulai membaik, tim masih harus menyelesaikan masalah dasar RB22 untuk menjaga Verstappen tetap berada dalam perebutan gelar dunia saat musim memasuki fase yang lebih menentukan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!