Max Verstappen dari Red Bull menghadapi potensi penalti setelah insiden dengan Lewis Hamilton pada Grand Prix Hongaria. Insiden tersebut terjadi di Tikungan 4 pada lap ke-29 dari total 70 lap, saat keduanya bersaing untuk posisi ke-11. SPORTRIK menganalisis bagaimana aksi agresif Verstappen memicu penyelidikan oleh steward.
Verstappen, yang memulai balapan dari posisi ke-8, tampil menonjol dengan sejumlah aksi menyalip, terutama di Tikungan 6. Namun, saat mencoba menyalip Hamilton di sisi dalam Tikungan 4, ia memaksa juara dunia tujuh kali itu keluar dari lintasan untuk menghindari tabrakan. Meskipun tidak ada kontak fisik antara kedua mobil, Hamilton terpaksa masuk ke area run-off, yang menyebabkan kerugian waktu signifikan, menurut laporan.

Steward akan menyelidiki insiden ini setelah balapan untuk menentukan apakah Verstappen melanggar peraturan dengan memaksa pembalap lain keluar lintasan dan mendapatkan keuntungan. “Aksi ini menunjukkan agresivitas Verstappen, tetapi juga memicu pertanyaan tentang batas manuver yang diizinkan,” menurut analisis SPORTRIK.
Meskipun menghadapi penyelidikan, Verstappen tampil impresif di Hungaroring, dengan beberapa kali menyalip untuk memperbaiki posisinya dari start P8. Sebaliknya, Hamilton, yang start dari P12, kesulitan menemukan ritme, sebagaimana terlihat dari komentarnya yang menyebut dirinya “tak berguna” setelah kualifikasi. Insiden ini menambah ketegangan antara kedua pembalap, yang memiliki sejarah persaingan sengit di masa lalu.
Insiden ini bukanlah yang pertama menghadapi penyelidikan di Grand Prix Hongaria 2025. Nico Hulkenberg telah menerima penalti karena start yang tidak sah, menunjukkan bahwa steward menerapkan pengawasan ketat terhadap pelanggaran peraturan. “Hasil penyelidikan terhadap Verstappen akan bergantung pada interpretasi steward terhadap manuver dan dampaknya terhadap Hamilton,” kata analisis SPORTRIK.
Jika Verstappen dinyatakan bersalah, ia berisiko menerima penalti waktu atau penurunan posisi, yang dapat memengaruhi hasil balapannya. Hungaroring, dengan karakteristiknya yang sulit untuk menyalip, membuat posisi lintasan sangat krusial. Sementara itu, Charles Leclerc dari Ferrari, yang start dari pole, tetap menjadi favorit untuk podium.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
171 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
131 |
|
3
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
125 |
|
4
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
80 |
|
5
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
79 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
79 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
73 |
|
8
|
|
Isack Hadjar
Red Bull
|
42 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
41 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
30 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
302 |
|
2
|
|
Ferrari
|
204 |
|
3
|
|
McLaren
|
159 |
|
4
|
|
Red Bull
|
115 |
|
5
|
|
Alpine F1 Team
|
57 |
|
6
|
|
Racing Bulls
|
44 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
21 |
|
8
|
|
Williams
|
11 |
|
9
|
|
Audi
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
1 |
Baca Juga
Alexander Albon meminta Williams memperbaiki komunikasi internal setelah perubahan setup mobil tanpa sepengetahuannya berdampak pada GP Austria 2026.
George Russell dan Max Verstappen meraih rating tertinggi pada GP Austria 2026, sementara Liam Lawson dan Arvid Lindblad juga mencuri perhatian.
Max Verstappen mengaku khawatir dengan manajemen energi RB22 jelang GP Inggris 2026 setelah simulasi di Silverstone menunjukkan keterbatasan pengisian baterai.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!