Mitch Evans berharap Formula E Monaco 2026 dapat memberikan jawaban atas masalah performa satu lap yang terus menghantui musimnya bersama Jaguar TCS Racing. Hingga memasuki putaran kesembilan musim ini, pembalap Selandia Baru tersebut mengakui penyebab utama lemahnya pace kualifikasinya masih belum sepenuhnya dipahami.
Evans selama ini dikenal sebagai salah satu spesialis kualifikasi terbaik di Formula E. Namun pada musim 2026, ia baru sekali menembus fase duel, yakni saat putaran Mexico City pada Januari lalu. Ironisnya, penurunan performa satu lap tersebut terjadi di tengah performa balapan yang tetap kompetitif.
Meski kesulitan di sesi kualifikasi, Evans berhasil meraih dua kemenangan dari delapan balapan pertama musim ini dan hanya tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen Pascal Wehrlein. Situasi tersebut menjaga peluang Evans dalam perebutan gelar dunia Formula E pertamanya.

Namun, Evans juga menyadari bahwa masalah pace satu lap harus segera diselesaikan jika ingin benar-benar bertarung untuk kejuaraan. Monaco dipandang sebagai tempat ideal untuk mengevaluasi situasi tersebut mengingat karakter sirkuit yang sangat bergantung pada performa kualifikasi.
Pembalap Jaguar itu memiliki catatan kuat di Circuit de Monaco setelah meraih kemenangan dua musim lalu, yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya bersama Jaguar. Selain itu, Evans berhasil start di delapan besar dalam empat dari lima balapan terakhir di Monaco.
“Sangat penting. Sampai sekarang masih agak menjadi misteri mengapa saya kehilangan pace satu lap musim ini. Tahun lalu di FP3 sebelum hujan turun saya menjadi yang tercepat dan saya memang biasanya selalu kuat di sini,” ujar Evans kepada RacingNews365.
Evans menjelaskan Jaguar kini mencoba membandingkan data setup Monaco musim lalu dengan paket mobil musim ini untuk memahami area kehilangan performa. Menurutnya, Monaco dapat memperlihatkan lebih cepat kelemahan mobil maupun gaya mengemudi karena karakter lintasan yang sangat teknikal.
“Kami hanya perlu memahami jika masalah itu masih berlanjut akhir pekan ini, apa penyebabnya. Kami punya data tahun lalu dan tahu setup yang digunakan, jadi saya rasa itu bukan kekhawatiran utama,” lanjutnya.
Meski optimistis, Evans mengakui Formula E kini semakin kompetitif karena seluruh tim telah memasuki tahun keempat penggunaan generasi mobil saat ini. Faktor tersebut membuat selisih performa semakin kecil, terutama di Monaco yang sangat menuntut presisi dan kepercayaan diri pembalap.
“Saya rasa saya akan tahu cukup cepat. Monaco adalah tempat yang sangat baik untuk memahami di mana tepatnya saya kehilangan performa atau apa yang saya butuhkan dari mobil. Saya berharap kami bisa mendapatkan jawaban akhir pekan ini,” tutup Evans.
Sumber: RacingNews365.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!