Sebastien Buemi menilai persiapan Max Verstappen menuju debut Nurburgring 24 Hours 2026 jauh lebih ideal dibanding jika pembalap Belanda itu langsung menghadapi tantangan Le Mans 24 Hours.
Verstappen diketahui telah menjalani berbagai sesi tes dan beberapa balapan pendukung di Nordschleife sebagai bagian dari persiapan menghadapi balapan endurance legendaris tersebut. Juara dunia Formula 1 empat kali itu bahkan turun langsung dalam seri NLS menggunakan mobil GT3 miliknya untuk memahami karakter lintasan sepanjang lebih dari 25 kilometer.
Menurut Buemi, salah satu keuntungan utama Nurburgring dibanding Le Mans adalah kesempatan persiapan yang jauh lebih terbuka. Pembalap dapat melakukan tes intensif dan mengikuti balapan kecil sebelum event utama berlangsung, sesuatu yang tidak tersedia di Circuit de la Sarthe.

Pembalap Toyota Gazoo Racing tersebut menegaskan bahwa Verstappen tidak datang sekadar untuk tampil, melainkan benar-benar membangun fondasi teknis dan pengalaman sebelum mencoba bersaing memperebutkan kemenangan.
“Dia sudah lama mendalami GT3 dan jelas sudah banyak berlatih. Dia bukan datang tanpa pengalaman lap sama sekali,” ujar Buemi kepada RacingNews365.
Buemi yang telah tiga kali memenangi Le Mans secara keseluruhan menyoroti perbedaan besar antara kedua event endurance tersebut. Di Le Mans, pembalap praktis tidak memiliki kesempatan menguji mobil di sirkuit sebelum pekan balapan dimulai.
“Jika dia ingin tampil di Le Mans, dia tidak akan punya kesempatan mengemudi di sana sampai race week dimulai. Di Nurburgring setidaknya Anda bisa mengikuti berbagai balapan kecil sebelumnya, mengendarai mobil sendiri, bersama tim sendiri, dan dalam kondisi yang sama,” jelas Buemi.
Verstappen sendiri memang terus menunjukkan ketertarikan besar terhadap balapan GT dan endurance dalam beberapa tahun terakhir. Selain aktif di dunia simulator endurance racing, pembalap Red Bull Racing tersebut juga semakin sering terlibat dalam program GT3 di dunia nyata.
Persiapan intensif yang dilakukan Verstappen menunjukkan pendekatan serius terhadap debut endurance 24 jamnya. Nordschleife dikenal sebagai salah satu sirkuit paling sulit di dunia karena kombinasi tikungan teknikal, perubahan elevasi ekstrem, cuaca yang tidak stabil, dan lalu lintas multi-kelas.
“Dia bukan tipe pembalap yang datang hanya untuk meramaikan grid. Dia datang untuk menang dan menjalani balapan besar. Karena itu saya rasa dia sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik,” kata Buemi.
Dengan kondisi cuaca basah diperkirakan akan memengaruhi akhir pekan Nurburgring 24 Hours 2026, pengalaman tambahan yang telah dikumpulkan Verstappen di Nordschleife dapat menjadi faktor penting dalam menghadapi salah satu tantangan terbesar di dunia balap endurance.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!