Laurent Mekies mengungkap bagaimana Red Bull Racing melakukan perubahan besar terhadap mobil mereka setelah awal musim Formula 1 2026 yang sulit, dengan fokus utama meningkatkan kepercayaan diri pembalap saat mengendarai mobil.
Tim asal Milton Keynes tersebut mengalami tiga putaran pembuka yang cukup berat dan tertinggal dari tim-tim papan atas. Namun, Red Bull mulai menunjukkan perkembangan signifikan pada GP Miami setelah menjalani evaluasi teknis mendalam selama jeda lima pekan pasca Suzuka.
Max Verstappen sendiri mengakui adanya peningkatan performa mobil di Miami. Juara dunia empat kali itu berhasil finis kelima, sekaligus menjadi hasil terbaik Red Bull sejauh musim ini saat mereka masih berusaha mengejar dominasi Mercedes.

Menurut Mekies, salah satu masalah terbesar Red Bull di awal musim bukan hanya soal kurangnya performa murni, tetapi ketidakstabilan karakter mobil yang membuat pembalap kesulitan membangun kepercayaan diri secara konsisten dari tikungan ke tikungan.
“Setelah Suzuka pada Minggu malam, kami mengatakan bahwa terlepas dari kekurangan performa kami dibanding akhir musim lalu, kami saat ini belum memberikan mobil yang konsisten kepada pembalap, mobil yang bisa mereka dorong dengan percaya diri dari lap ke lap dan tikungan ke tikungan,” ujar Mekies kepada media termasuk RacingNews365.
Red Bull kemudian menggunakan jeda panjang sebelum Miami untuk mengevaluasi data secara detail dan memindahkan mobil ke operating window yang lebih nyaman bagi pembalap. Fokus tersebut berjalan bersamaan dengan pengembangan aerodinamika reguler yang tetap dilakukan tim.
Mekies mengakui peningkatan kepercayaan diri pembalap secara langsung berdampak pada waktu putaran. Salah satu area utama yang menjadi perhatian adalah sistem steering dan respons front-end mobil yang sebelumnya dinilai terlalu sulit diprediksi.
“Kami tahu kami kehilangan banyak waktu putaran karena kurangnya kepercayaan diri pembalap terhadap mobil. Steering menjadi salah satu aspek utama, meski masih ada beberapa area lain yang juga perlu diperbaiki,” jelas Mekies.
Permasalahan keseimbangan mobil memang menjadi salah satu isu utama Red Bull sejak awal era ground-effect generasi terbaru. Ketika operating window terlalu sempit, perubahan kecil pada setup dapat menghasilkan perubahan besar terhadap grip dan kestabilan mobil, khususnya pada fase pengereman dan perubahan arah cepat.
Meski mulai menunjukkan progres di Miami, Mekies menegaskan masih ada sejumlah area yang perlu diselesaikan untuk benar-benar kembali bersaing secara konsisten di barisan depan. Tantangan berikutnya akan datang di GP Kanada di Circuit Gilles Villeneuve, sirkuit yang sebelumnya cukup bersahabat bagi Red Bull.
Red Bull sendiri memiliki catatan kuat di Montreal setelah meraih lima kemenangan sebelumnya di sirkuit tersebut. Karakter lintasan yang mengutamakan pengereman keras dan traksi keluar tikungan diperkirakan akan menjadi ujian penting berikutnya terhadap perkembangan terbaru mobil RB26.



Diskusi & Komentar (1)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru