Musim Moto3 2026 memasuki fase krusial. Veda Pratama dari Honda Team Asia masih berada di posisi ketujuh klasemen, namun kehilangan kontak dengan para pemimpin. Dengan 97 poin, ia tertinggal 159 poin dari pemuncak klasemen, Maximo Quiles. Namun, performa Veda dalam tiga balapan terakhir (8, 9, 20) menunjukkan tren menurun yang patut diwaspadai.
Padahal, awal musim Veda tampil menjanjikan dengan dua podium dan konsistensi yang membuatnya sempat berada di posisi lima besar. Namun, sejak paruh musim, ia gagal finis di dalam top 10 dalam beberapa kesempatan. Apakah ini sekadar penurunan performa atau ada masalah teknis dengan motor Honda-nya? Tim asal Asia itu tentu harus segera berbenah jika ingin mengamankan posisi di klasemen akhir.
Persaingan di papan atas memang sangat ketat. Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo terus membayangi Quiles dengan selisih 97 poin, sementara David Almansa dari Intact GP menunjukkan konsistensi luar biasa. Veda harus mampu bersaing dengan mereka setiap pekan untuk bisa naik ke posisi yang lebih baik.

Dua balapan terakhir musim ini akan menjadi penentu. Jika Veda dan timnya mampu menemukan kembali ritme balap yang tepat, bukan tidak mungkin ia bisa meraih podium lagi dan memperbaiki posisinya. Namun, jika tren negatif ini berlanjut, targetnya untuk finis di lima besar klasemen bisa meleset.
Semua mata kini tertuju pada bagaimana Veda Pratama bangkit dari keterpurukan. Akankah ia mampu menunjukkan mental juara dan kembali bersaing di depan? Kita tunggu aksinya di dua seri pamungkas Moto3 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!