Maximo Quiles kembali menunjukkan kelasnya di Moto3. Pembalap Aspar ini memenangi Grand Prix Aragon dengan cara yang dramatis, melepaskan diri dari pertarungan empat pembalap di lap terakhir untuk meraih kemenangan ketujuhnya musim ini.
Start dari posisi ketiga, Quiles langsung menempel ketat polesitter David Almansa. Sepuluh lap pertama ia pilih bertahan di belakang, membaca ritme, lalu mengambil alih saat kecepatan di grup depan mulai menurun.
Namun, dua kesalahan kecil sempat membuat Almansa kembali memimpin. Semua berubah di lap pamungkas: Quiles menarik gas, mencatat waktu tercepat, dan finis 0,264 detik di depan. Kemenangan ini terasa spesial mengingat ia baru saja pulih dari patah tulang selangka di Silverstone dua pekan lalu.

Almansa harus puas di posisi kedua untuk Liqui Moly Dynavolt Intact GP, setelah berjuang keras menutup celah. Podium ketiga menjadi milik rekan setim Quiles, Marco Morelli, melengkapi podium all-KTM. Ini jadi podium ketiga yang manis bagi para starter baris terdepan.
Di belakang mereka, Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo finis keempat, diikuti Brian Uriarte yang harus menjalani penalti long lap karena pelanggaran pada Jumat. Rookie terbaik, Adrian Cruces, tampil impresif dengan finis keenam untuk CIP Green Power.
Insiden antara rekan setim Tech3, Rico Salmela dan Valentin Perrone, mewarnai lap-lap akhir. Salmela yang sempat di posisi ketujuh tersingkir ke posisi 22, sementara Perrone lolos tanpa penalti setelah ditinjau. Casey O'Gorman memanfaatkan momen ini untuk naik ke posisi ketujuh.
Dengan hasil ini, Quiles semakin kokoh di puncak klasemen. Performanya musim ini luar biasa: selalu mencetak poin di setiap balapan yang diikutinya, kecuali di Inggris. Aragon menjadi bukti lain bahwa ia adalah kandidat terkuat juara dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!