Fred Vasseur, prinsipal tim Ferrari, memberikan penilaian yang lebih positif dari biasanya soal paket upgrade mesin Formula 1 yang debut di GP Italia. Meski mengakui masih ada defisit tenaga, hasil latihan bebas menunjukkan kemajuan nyata bagi tim asal Maranello.
Charles Leclerc menjadi yang tercepat kedua di FP2, hanya terpaut 0,120 detik dari George Russell yang memuncaki sesi untuk Mercedes. Yang lebih menjanjikan, ritme balapan Leclerc terlihat kompetitif, menempatkan Ferrari sebagai penantang terdekat Mercedes di akhir pekan ini.
Analisis Defisit Tenaga dan Keunggulan Sasis
Vasseur menegaskan bahwa performa di trek lurus bukan hanya soal mesin, melainkan juga drag dan berat mobil. "Kami pasti membuat langkah, dan kami tidak membawa ADUO 2 tanpa alasan, tapi saya pikir kami masih memiliki gap yang cukup," ujarnya.

Perbandingan lap tercepat Leclerc dan Russell menunjukkan pola jelas: Ferrari kehilangan waktu di trek lurus, tetapi mampu merebut kembali di zona pengereman dan tikungan. Lewis Hamilton menyebut defisit ke Mercedes "cukup besar" di trek lurus, tetapi memuji peningkatan mesin dan kemudahan mengemudi di kecepatan rendah.
Potensi Ferrari dan Ancaman Red Bull
Leclerc mencatat long run yang hanya terpaut tiga ratus detik per lap dari Kimi Antonelli, meski dengan kompon ban berbeda. Ini mengindikasikan Ferrari bisa menjadi pesaing terdekat Mercedes, kecuali Red Bull mampu memperbaiki masalah keseimbangan yang dialami Max Verstappen.
Red Bull masih mencari solusi setelah Verstappen absen di FP1 dan langsung menghadapi masalah balance di FP2. Sementara itu, Liam Lawson tampil impresif dengan ban keras, setara dengan Antonelli, menambah sinyal bahaya bagi persaingan di depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!