Laurent Mekies angkat bicara di tengah riuhnya paddock Monza. Bukan soal balapan, melainkan kontroversi yang masih membara dari GP Monako.
Podium Isack Hadjar yang sempat dicabut, akhirnya dikembalikan oleh pengadilan banding FIA. Red Bull dan McLaren kompak mengajukan protes hingga ke tingkat tertinggi.
Keputusan Kontroversial yang Mengubah Podium
Hadjar finis ketiga di Monako, tapi sempat turun ke posisi kelima akibat penalti waktu. Namun, banding yang diajukan Red Bull berbuah manis: posisi podiumnya kembali.

Pierre Gasly, yang finis di depan Hadjar, justru mendapat penalti ganda karena melebihi batas kecepatan di pit lane. Alhasil, posisi mereka bertukar dan Hadjar naik podium.
Keputusan ini memicu amarah Flavio Briatore, penasihat Alpine. Namun, Mekies menegaskan bahwa langkah Red Bull bukan tanpa alasan.
Pembelaan Mekies: Ini Soal Konsistensi Regulasi
Mekies menyebut keputusan pengadilan banding adalah kemenangan untuk konsistensi regulasi, bukan sekadar untuk Hadjar. Ia menekankan pentingnya penegakan aturan yang seragam di setiap seri.
Menurutnya, banyak pembalap di Monako yang melanggar batas kecepatan di pit lane, tapi hanya sebagian yang dihukum. Ketidakadilan inilah yang memicu protes Red Bull.
“Kami tidak ingin balapan berakhir dengan ketidakpastian apakah penalti sudah benar atau belum,” ujarnya. “Kami ingin hasil akhir balapan bisa langsung diketahui setelah garis finis.”
Bagi Mekies, putusan ini justru mencegah preseden berbahaya di masa depan, di mana hasil balapan bisa berubah drastis setelah seremoni podium usai.
Dampak Besar bagi Industri dan Penggemar
Keputusan ini tak hanya mengubah klasemen, tetapi juga memicu diskusi tentang transparansi dan kecepatan proses banding. Penggemar menginginkan kepastian hasil yang cepat dan adil.
Sponsor dan tim juga diuntungkan dengan kejelasan regulasi. Ketidakpastian hasil dapat mengganggu nilai komersial dan perencanaan strategi jangka panjang.
Mekies menegaskan bahwa ini bukan tentang memanfaatkan celah, melainkan memastikan semua orang bermain dengan aturan yang sama. “Ini pelajaran penting bagi semua tim,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!