Juan Pablo Montoya mendesak Red Bull untuk mempertahankan Liam Lawson pada Grand Prix Spanyol mendatang, sembari memperingatkan tim agar tidak terburu-buru memulangkan Isack Hadjar yang masih dalam masa pemulihan cedera.
Lawson dipanggil mendadak untuk menggantikan Hadjar di GP Belanda setelah pembalap asal Prancis itu mengalami cedera pergelangan tangan saat jeda musim panas. Konsekuensinya, pembalap cadangan Yuki Tsunoda naik ke kursi Racing Bulls milik Lawson, berdampingan dengan Arvid Lindblad.
Dengan persiapan minim dan hanya satu sesi latihan, pembalap asal Selandia Baru itu tampil impresif dengan mampu mendekati performa rekan setimnya di Red Bull, Max Verstappen, pada sesi kualifikasi. Lawson kemudian mengonversinya menjadi finis ketujuh dengan raihan enam poin.

Argumen Montoya: Stabilitas Lebih Penting daripada Terburu-buru
Montoya, yang berbicara di program F1 TV, menilai Red Bull sebaiknya memperpanjang masa bakti Lawson hingga GP Spanyol. Menurutnya, keputusan tersebut adalah langkah cerdas untuk memberi Hadjar waktu pemulihan tambahan sekaligus mempersiapkan Lawson secara matang menghadapi sirkuit baru bagi semua orang.
Pembalap Kolombia itu juga memuji performa Tsunoda di GP Belanda, yang menurutnya menunjukkan agresivitas dan kecepatan balap yang diharapkan dari seorang pembalap F1. Tsunoda dinilai tidak melakukan kesalahan berarti dan tampil solid sepanjang akhir pekan.
Keputusan Red Bull ini memiliki implikasi besar bagi persaingan internal tim. Lawson saat ini menempati posisi kesembilan klasemen dengan 49 poin, sementara Hadjar di posisi kedelapan dengan 68 poin. Verstappen sendiri berada di posisi keenam dengan 112 poin.
Taruhan Besar di Sirkuit Baru Madrid
GP Spanyol di Madrid akan menjadi debut sirkuit Madring bagi seluruh grid. Kondisi ini membuat pengalaman dan kesiapan mental pembalap menjadi faktor krusial, terlebih dengan trek yang belum pernah diuji coba secara kompetitif.
Keputusan Red Bull untuk mempertahankan Lawson atau mengembalikan Hadjar akan menjadi sinyal penting bagi arah pengembangan tim di paruh kedua musim. Salah langkah bisa berdampak pada keseimbangan kekuatan internal dan target kejuaraan konstruktor.
Dengan persaingan ketat di papan atas yang dipimpin oleh Kimi Antonelli dari Mercedes, setiap poin menjadi sangat berharga. Red Bull tidak bisa mengambil risiko cedera kambuh atau performa kurang optimal dari pembalap yang belum pulih sepenuhnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!