WRC, Sportrik Media – Ketiga tim pabrikan World Rally Championship telah memasuki fase akhir persiapan mereka menjelang Reli Monte Carlo 2026, dengan sesi uji coba intensif berlangsung di Pegunungan Alpen Prancis hanya satu setengah minggu sebelum seri pembuka musim.
Setelah berbulan bulan pengembangan di lintasan tertutup dan simulasi, uji coba di permukaan campuran salju dan aspal di kawasan Alpen menjadi tahap paling krusial. Di wilayah ini, setiap kesalahan kecil bisa berdampak besar, menjadikan uji coba Monte Carlo sebagai tolok ukur kesiapan teknis dan mental bagi para pembalap dan tim.

Hyundai Motorsport menjadi salah satu tim pertama yang turun ke lintasan uji, meskipun sesi mereka sempat terganggu oleh badai salju hebat di awal pekan. Juara dunia 2024 Thierry Neuville harus menghentikan programnya lebih awal akibat visibilitas nol dan lintasan tertutup salju tebal, namun ia kembali ke lintasan pada hari Sabtu untuk menyelesaikan program pengujian.
Neuville berbagi hari uji coba dengan Hayden Paddon di lokasi baru Hyundai di dekat Château de Lastours. Ini menjadi debut fasilitas uji terbaru Hyundai di Prancis, yang dirancang untuk mensimulasikan kondisi ekstrem Monte Carlo, termasuk transisi cepat antara aspal kering, es, dan salju basah yang menjadi ciri khas reli legendaris tersebut.

Sementara itu, kubu Toyota Gazoo Racing WRT mengakhiri sesi uji coba hari Sabtu dengan kehadiran pembalap muda Finlandia Sami Pajari. Monte Carlo tahun lalu merupakan salah satu penampilan paling menjanjikan Pajari hingga Minggu pagi, sebelum mobilnya tergelincir ke parit akibat kondisi lintasan yang licin, memaksanya menghentikan reli.
Musim debut Pajari di kelas Rally1 memang dimulai dengan sejumlah tantangan, namun perkembangan signifikan terlihat sepanjang paruh kedua musim. Puncaknya terjadi di Rally Jepang, ketika ia meraih podium pertamanya, sebuah pencapaian yang mengubah persepsi internal Toyota terhadap potensinya sebagai bagian dari masa depan tim.
Di Alpen Prancis, Pajari menjadi pembalap terakhir Toyota yang menjalani sesi uji sebelum fokus penuh diarahkan ke Monte Carlo. Tim Jepang tersebut diketahui menghabiskan banyak waktu untuk penyempurnaan setelan suspensi dan diferensial, dua area krusial dalam menghadapi permukaan berubah ubah yang menjadi ciri khas reli ini.

Tidak ketinggalan, M-Sport Ford juga telah memulai uji coba mereka, dengan pembalap Irlandia Josh McErlean turun ke lintasan pada hari Sabtu. McErlean mengalami momen menegangkan ketika mobilnya tergelincir di dekat desa Valserres, tidak jauh dari kota Gap, pusat operasional Monte Carlo Rally.
Insiden kecil tersebut tidak menyebabkan kerusakan serius, tetapi menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara kecepatan dan kesalahan di Monte Carlo. Bagi M-Sport, uji coba ini sangat penting mengingat mereka terus mengembangkan karakteristik Ford Puma Rally1 untuk menghadapi kombinasi aspal dan salju yang unik di kalender WRC.
Perbedaan pendekatan antar tim terlihat jelas selama sesi ini. Hyundai memprioritaskan validasi data aerodinamika dan pendinginan dalam kondisi dingin ekstrem, Toyota fokus pada keseimbangan mekanis dan traksi keluar tikungan lambat, sementara M-Sport lebih banyak menguji ketahanan komponen dalam kondisi berisiko tinggi.
Dengan hanya beberapa hari tersisa sebelum start resmi di Monte Carlo, semua data yang dikumpulkan dari Alpen Prancis akan menentukan arah strategi awal musim. Reli ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi tentang kecermatan membaca kondisi dan kemampuan beradaptasi secara real time, sebuah kualitas yang sering menentukan perebutan gelar juara dunia.
Monte Carlo selalu menjadi reli yang bisa mengubah peta kekuatan sejak awal, dan hasil uji coba akhir pekan ini menunjukkan bahwa ketiga tim pabrikan memasuki musim 2026 dengan kesiapan tinggi namun pendekatan teknis yang berbeda, membuka potensi pertarungan tiga arah yang intens di https://sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!