Direktur teknis Toyota Gazoo Racing, Tom Fowler, menegaskan bahwa WRC menghadapi titik krusial yang tidak bisa diabaikan. Ia mendesak perubahan fundamental pada regulasi olahraga untuk musim depan, menyusul perubahan lanskap teknis yang akan mengubah keseimbangan kompetisi secara drastis.
Fowler menyoroti masalah klasik posisi start di reli gravel yang kerap merugikan pemimpin klasemen. Namun, ia menekankan bahwa situasi ini akan semakin kompleks ketika mobil dengan spesifikasi berbeda mulai bersaing di kelas utama pada 2027.
Perbedaan 100 Tenaga Kuda yang Tak Bisa Ditutup
Fowler membeberkan perhitungan mengejutkan mengenai dampak posisi jalan terhadap performa. Ia membandingkan mobil Rally1 yang start pertama dengan mobil Rally2 yang start di posisi ke-12 pada reli gravel.

Menurutnya, mobil Rally1 hanya mampu mengungguli Rally2 di posisi ke-12 dengan selisih tipis. Padahal, terdapat perbedaan tenaga hingga 100 tenaga kuda antara kedua mobil tersebut.
"Itu berarti perbedaan performa antara posisi satu dan dua belas saat ini setara dengan 100 tenaga kuda. Jika regulasi teknis memberi tenaga yang sama, celah performa seperti itu tidak akan pernah bisa ditutup secara teknis. Mustahil," ujar Fowler dengan nada frustrasi.
Risiko Dominasi Semakin Besar di Era Baru
Dengan hanya Toyota yang akan menggunakan mobil WRC27 baru pada 2027, sementara M-Sport Ford membawa paket Rally2 WRC Kit, persaingan diprediksi semakin ketat. Jumlah mobil di kelas utama diperkirakan meningkat, membuat posisi jalan menjadi semakin krusial.
Fowler menegaskan bahwa masalah ini harus diselesaikan melalui regulasi olahraga, bukan teknis. "Jika mobil dengan rasio tenaga terhadap berat yang sama bersaing, mereka harus dapat berlomba dalam kondisi yang sebanding. Ini hanya bisa dicapai melalui regulasi olahraga," tegasnya.
Sang direktur teknis menutup dengan pernyataan yang menjadi ultimatum bagi masa depan WRC. "Saya pikir target olahraga ini sudah jelas: kami harus memastikan bahwa pembalap paling kompetitif dengan mobil paling kompetitif tetap bisa menang. Pemalsuan hasil oleh urutan jalan yang aneh tidak masuk akal," pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!