SPONSORED

Toprak Razgatlioglu: WorldSBK Butuh 15-16 Seri, Saya Bosan

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Toprak Razgatlioglu: WorldSBK Butuh 15-16 Seri, Saya Bosan TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Toprak Razgatlioglu mengaku merasa "bosan" selama dua musim terakhirnya di WorldSBK, dan ia mendesak kejuaraan tersebut untuk menambah jumlah seri. Pembalap asal Turki yang kini membela Pramac Yamaha di MotoGP itu menilai kalender WorldSBK yang hanya 12 seri terlalu pendek dan membuat ritme kompetisi kehilangan intensitas.

Razgatlioglu, yang meraih gelar juara dunia WorldSBK pada 2024 dan 2025 bersama BMW, memenangkan hampir 40 balapan dalam dua tahun tersebut. Meski pada musim keduanya ia mendapat perlawanan sengit dari Nicolo Bulega, dominasinya tetap membuatnya merasa kurang tertantang.

"Superbike butuh lebih banyak balapan," ujar Razgatlioglu kepada Crash.net jelang Grand Prix Inggris di Silverstone. "Saya suka kalender Superbike, tetapi dua tahun terakhir saya benar-benar bosan karena serinya terlalu sedikit. Setelah balapan, terutama setelah Donington Park, ada libur dua bulan. Itu terlalu banyak."

Morbidelli Resmi Tinggalkan MotoGP, Gabung Ducati di WorldSBK 2027
Baca JugaMorbidelli Resmi Tinggalkan MotoGP, Gabung Ducati di WorldSBK 2027

Ia mencontohkan jeda panjang di kalender WorldSBK, termasuk libur musim panas yang berlangsung dari pertengahan Juli hingga awal September, serta jeda tiga minggu lainnya setelah putaran Prancis di Magny-Cours. Menurutnya, kejuaraan dunia seperti WorldSBK seharusnya memiliki minimal 15 atau 16 seri per musim.

ADVERTISEMENT
© Red Bull Content Pool

Perbandingan dengan MotoGP sangat kontras. Kalender MotoGP 2026 memuat 22 balapan dalam sembilan bulan, ditambah tes musim dingin yang padat di bulan Februari. Razgatlioglu mengakui musim MotoGP sangat panjang dan melelahkan, tetapi justru ritme padat itulah yang ia sukai.

"Liburan musim panas MotoGP baru-baru ini memang menyenangkan, tetapi saya hanya benar-benar istirahat total tiga hari," kata pembalap berusia 29 tahun itu. "Setelah itu, saya tetap berlatih. Saya merasa segar, tetapi musim ini sangat panjang dan kami tidak punya waktu luang. Setelah balapan ini, kami punya dua minggu lagi, lalu balapan beruntun yang sangat berat bagi semua pembalap."

Razgatlioglu juga mengaku tidak lagi mengikuti balapan WorldSBK secara penuh karena merasa hasilnya sudah bisa ditebak. "Saya hanya menonton sesekali, terutama untuk pembalap Turki seperti Can Oncu di Supersport dan Bahattin Sofuoglu di Superbike," ujarnya. "Saya tidak menonton semua balapan karena saya sudah tahu hasilnya."

ADVERTISEMENT

Komentar ini muncul di tengah diskusi tentang format kalender WorldSBK yang dinilai perlu dirombak untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik kejuaraan. Dengan pengalaman membalap di dua kejuaraan berbeda, Razgatlioglu menjadi salah satu suara paling kredibel untuk menilai arah masa depan WorldSBK.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU