SPONSORED

Bulega Ungkap Kisah di Balik Gelar WorldSBK 2025

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Bulega Ungkap Kisah di Balik Gelar WorldSBK 2025
TO NEWS OVERVIEW
Bulega Ungkap Kisah di Balik Gelar WorldSBK 2025

Nicolo Bulega akhirnya bisa tersenyum lebar. Setelah bertahun-tahun dilanda keraguan, pembalap Italia itu resmi menyegel gelar juara dunia WorldSBK 2025 bersama Ducati Aruba. Namun, di balik trofi megah itu tersimpan kisah pilu yang nyaris mengakhiri kariernya di dunia balap.

Dalam wawancara eksklusif dengan Corriere della Sera, Bulega membuka lembaran kelam saat masih berlaga di Moto2. Dua musim terakhirnya di kelas tersebut, 2020 dan 2021, menjadi mimpi buruk. Ia hanya finis di peringkat 20 dan 26 klasemen akhir. Lebih dari sekadar hasil buruk, ia kehilangan gairah.

“Dua musim terakhir di Moto2. Aku tidak lagi bersenang-senang, bahkan mengemas koper untuk pergi balapan terasa berat,” kenangnya. Puncaknya, Bulega selalu mencari alasan untuk tidak berangkat. “Aku akan mencari alasan apa pun agar tidak perlu pergi. Tidak ada rangsangan, tidak ada motivasi. Aku pergi dengan keyakinan akan tampil buruk. Dengan pikiran seperti itu, kau kehilangan setengah detik bahkan sebelum start.”

Toprak Razgatlioglu: Musim MotoGP 2026 Lebih Berat dari Debut WorldSBK
Baca JugaToprak Razgatlioglu: Musim MotoGP 2026 Lebih Berat dari Debut WorldSBK

Bulega bahkan sempat berpikir untuk meninggalkan dunia balap. “Hampir terpaksa. Ketika kau keluar dari dunia motor dan tidak menang, kau harus mencari pekerjaan lain untuk hidup.” Di titik terendah itulah, Ducati datang membawa secercah harapan. Tim pabrikan Italia menawarinya kursi di WorldSSP pada 2022.

ADVERTISEMENT

Awalnya, Bulega ragu. “Manajerku, Alberto Martinelli, melihatnya lebih jelas dariku dan aku berterima kasih padanya. Aku tidak mau menerima, rasanya seperti langkah mundur yang terlalu besar.” Namun, Ducati meyakinkannya bahwa ini adalah kesempatan untuk bangkit. “Mereka membuatku merasa menjadi bagian dari proyek. Aku akan balapan dengan Ducati resmi, mengenakan merah seperti pembalap sungguhan, dan jika cepat, aku akan naik ke Superbike.”

Keputusan itu terbukti tepat. Bulega tidak hanya kembali menemukan performa terbaiknya, tetapi juga menjelma menjadi kekuatan dominan di WorldSBK. Musim ini, ia tampil konsisten dan mengunci gelar dunia, membuktikan bahwa dukungan Ducati dan kepercayaan diri yang dipulihkan adalah kunci kesuksesannya.

Kisah Bulega menjadi pengingat bahwa di balik setiap juara, ada perjuangan panjang dan momen-momen rapuh yang harus dihadapi. Kini, ia bisa menangis bahagia, bukan karena frustrasi, melainkan karena pencapaian yang luar biasa.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU