SPONSORED

Szafnauer Terapkan Sentuhan Langsung untuk Bawa VAR ke Puncak F2

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Szafnauer Terapkan Sentuhan Langsung untuk Bawa VAR ke Puncak F2 TO NEWS OVERVIEW
Van Amersfoort Racing is now benefitting from the expertise of Otmar Szafnauer

Otmar Szafnauer bukan tipe bos yang duduk manis di belakang meja. Mantan prinsipal tim Formula 1 yang kini menjabat CEO Van Amersfoort Racing (VAR) justru memilih pendekatan langsung: berbicara dengan para pembalapnya di setiap seri, memotivasi mereka, dan memastikan timnya terus berkembang di kancah Formula 2 dan Formula 3.

Dalam wawancara eksklusif bersama Motorsport Week, Szafnauer mengungkapkan bahwa meski posisinya bukan team principal, ia tetap dekat dengan para pembalapnya. VAR sendiri dikenal sebagai tim yang kerap melahirkan pembalap F1 masa depan—Max Verstappen, Charles Leclerc, dan Ollie Bearman hanyalah tiga dari sekian banyak alumninya.

“Saya berbicara dengan mereka secara motivasional dari balapan ke balapan,” kata Szafnauer. “Saya juga terlibat dalam memilih pembalap berikutnya untuk VAR, karena biasanya setelah beberapa tahun mereka pindah—satu, dua, atau tiga tahun di satu seri, lalu pergi. Jadi selalu ada pergantian pembalap, dan saya suka melihat formula yang lebih rendah untuk memastikan kami memilih yang terbaik.”

Jak Crawford: Runner-up F2 2025 dan Target Kursi F1 dalam Dua Tahun
Baca JugaJak Crawford: Runner-up F2 2025 dan Target Kursi F1 dalam Dua Tahun

Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Di seri feeder, di mana pengembangan teknis terbatas, kualitas pembalap menjadi pembeda utama. Szafnauer menekankan pentingnya pembalap yang cepat belajar, punya bakat alami, dan mau bekerja keras. “Pengaruh dari insinyur pembalap sangat besar di sini, dan memiliki pembalap yang bisa belajar cepat itu krusial,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Hasilnya mulai terlihat. Di Silverstone, pembalap F2 VAR, Rafael Villagomez, tampil impresif dengan naik podium di Sprint Race dan Feature Race setelah kesulitan di seri-seri awal. Villagomez mengaku akhir pekan itu terasa seperti titik balik. Namun di F3, hasilnya kurang memuaskan karena kualifikasi yang kurang optimal. Szafnauer punya target jelas: “Kami harus punya akhir pekan yang bagus di F2 dan F3 secara bersamaan.”

Ia juga menyoroti pentingnya kualifikasi di F3 yang sering kali menentukan karena DRS train. “Di F3, kualifikasi sangat krusial. Sayangnya kami tidak mengoptimalkannya di Silverstone. Di F2, Rafa Jr finis kedua di Feature Race, itu sangat bagus. Tapi semuanya harus menyatu—termasuk pembalap yang tidak terlibat masalah,” ujarnya.

Refleksi datang saat Szafnauer ditanya apakah ada yang ingin ia ubah dari kariernya yang panjang. Dengan bercanda, ia menjawab, “Mungkin mulai lebih awal.” Jawaban itu mencerminkan pria yang telah mengabdikan hidupnya pada motorsport. Banyak yang mengira kariernya berakhir setelah hengkang dari Alpine pada 2023, tapi ia justru bangkit dan membawa VAR menuju kejayaan—tantangan yang mungkin terbesar dalam hidupnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU