James Wharton akhirnya mendapatkan kesempatan keduanya di Formula 2. Pembalap muda Australia itu resmi diumumkan sebagai pembalap pertama Trident Motorsport untuk musim 2027, menandai langkah penting dalam kariernya setelah musim yang menantang di Formula 3.
Wharton, yang kini berusia 20 tahun, menjadi pembalap kedua yang dikonfirmasi untuk grid F2 2027 setelah Invicta Racing mengikat Freddie Slater. Namun, bagi Wharton, ini adalah sebuah reuni. Ia sempat membalap untuk Trident di Qatar pada akhir 2025, dipanggil secara mendadak untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Max Esterson. Kini, ia kembali dengan status pembalap penuh.
Perjalanan Wharton menuju F2 tidaklah mulus. Setelah finis runner-up di Formula Regional Europe 2024 di bawah Rafael Camara, ia naik ke FIA F3 bersama ART Grand Prix dan meraih kemenangan sprint di Red Bull Ring. Musim 2025 ia kembali ke Prema, tim yang membesarkannya di dunia single-seater, tetapi hasilnya jauh dari harapan. Ia hanya mampu finis di posisi 17 klasemen, meski sempat menang balapan reverse-grid di Barcelona dan naik podium sprint di Madring.

Manajer tim Trident, Giacomo Ricci, menyambut Wharton dengan antusias. “James jelas pembalap yang sangat berbakat, dan ia telah berhasil melewati semua kategori junior top, secara konsisten menunjukkan bahwa setiap kali diberi kesempatan, ia mampu bersaing di depan. Kami sangat senang memulai perjalanan ini bersama,” ujarnya.
Ricci juga menegaskan komitmen tim untuk memberikan persiapan terbaik bagi Wharton. “2027 akan menjadi musim rookie James di Formula 2, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memberinya persiapan terbaik. Dia pembalap yang sangat berdedikasi dan pekerja keras, dan kami yakin dengan kerja sama ini kami dapat berada di posisi kompetitif dan tampil konsisten sepanjang musim 2027.”
Bagi Wharton, kembali ke Trident terasa istimewa. “Bisa kembali ke Trident setelah membalap bersama mereka di 2025 adalah sesuatu yang sangat spesial. Kami bekerja sangat baik bersama dan mereka tim yang sangat bergengsi yang telah melakukan pekerjaan hebat dalam beberapa musim terakhir,” katanya. Ia juga berterima kasih kepada Ricci dan Maurizio Salvadori atas kepercayaan yang diberikan.
Dengan bergabungnya Wharton, Trident menambah kekuatan untuk menghadapi musim 2027. Masih ada satu kursi tersisa yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Sementara itu, Wharton akan fokus pada persiapan musim dingin untuk memastikan dirinya siap bersaing di kompetisi F2 yang dikenal ketat.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!