James Wharton akhirnya menemukan pelabuhan untuk musim 2027. Pembalap muda Australia itu resmi menandatangani kontrak dengan Trident untuk berlaga di Formula 2, naik kelas setelah dua musim penuh di Formula 3. Kepastian ini mengakhiri spekulasi panjang tentang masa depannya di lintasan junior.
Wharton, yang kini berusia 20 tahun, tidak asing lagi dengan Trident. Tim asal Italia itu pernah memberinya debut di F2 pada putaran kedua terakhir musim 2025 di Qatar. Saat itu, ia dipanggil untuk menggantikan Martinius Stenshorne dan berpasangan dengan Laurens van Hoepen di Lusail. Meski hasil balapannya kurang menggembirakan—sprint race berakhir karena kontak dengan van Hoepen, dan feature race finis ke-19 setelah kesalahan di pit lane serta penalti track limits—pengalaman itu menjadi fondasi penting.
Musim 2026 menjadi tahun peningkatan bagi Wharton di F3. Setelah pindah dari ART Grand Prix ke Prema, ia mencatatkan delapan finis poin, dua kali lipat dari musim sebelumnya. Total poinnya melonjak dari 25 menjadi 39, dan ia mengakhiri musim dengan podium di Madrid setelah sebelumnya menang sprint di Barcelona. Performa terkuatnya muncul di paruh akhir musim, dengan poin di empat dari enam balapan terakhir.

“Saya benar-benar tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata apa arti kesempatan untuk 2027 ini bagi saya,” ujar Wharton. “Bisa kembali ke Trident setelah membalap bersama mereka di 2025 adalah sesuatu yang sangat istimewa. Kami bekerja sangat baik bersama dan mereka tim yang sangat bergengsi. Saya menantikan untuk bergabung dan terus bekerja keras sepanjang musim dingin, sehingga kami bisa tiba di 2027 dalam kondisi terbaik.”
Manajer tim Trident, Giacomo Ricci, menyambut baik kedatangan Wharton. “Dia jelas pembalap yang sangat berbakat, dan dia telah berhasil melewati semua kategori junior teratas, secara konsisten menunjukkan bahwa setiap kali diberi kesempatan, dia memiliki kemampuan untuk bersaing di depan,” kata Ricci. “Kami sangat senang memulai perjalanan ini bersama. 2027 akan menjadi musim rookie James di Formula 2, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memberinya persiapan terbaik.”
Bagi Wharton, ini adalah langkah logis dalam kariernya. Setelah dua musim di F3, ia kini akan menguji kemampuannya di level tertinggi sebelum F1. Trident, yang dikenal sebagai tim yang solid di F2, akan menjadi tempat yang tepat untuk mengasah keterampilan balapnya, terutama dalam menghadapi degradasi ban yang lebih tinggi dan strategi pit stop yang lebih kompleks.
Dengan pengalaman terbatasnya di F2, Wharton harus cepat beradaptasi. Namun, kerja sama yang sudah terjalin sejak 2025 menjadi modal berharga. Ia juga akan memiliki musim dingin untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Jika melihat perkembangan di F3, di mana ia menunjukkan grafik naik, bukan tidak mungkin Wharton bisa menjadi kejutan di F2 2027.
Kepindahan ini juga menegaskan bahwa Trident serius dalam membangun skuad muda yang kompetitif. Dengan merekrut kembali James Wharton, mereka berharap dapat bersaing di papan atas klasemen F2. Sementara itu, bagi Wharton, ini adalah batu loncatan menuju impian Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!