Paddock kelas premier kembali memanas setelah CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, memberikan respons menohok atas sindiran tajam yang dilayangkan oleh Marc Marquez terkait dugaan pengaturan posisi internal tim. Isu ini mencuat usai balapan pendek akhir pekan lalu, di mana sang juara dunia delapan kali itu sempat melempar opini bahwa skuad pabrikan Noale diduga menerapkan strategi khusus agar Ai Ogura tidak merebut posisi dari rekan setimnya.
Teorema dan spekulasi tersebut langsung terpatahkan secara telak ketika sesi balapan utama hari Minggu di Sirkuit Sepang berlangsung. Di atas lintasan basah maupun kering, persaingan justru berjalan sangat sengit tanpa ada proteksi berlebihan, di mana Ogura secara agresif mampu melancarkan serangan nyata dan sukses membekuk Marco Bezzecchi di bawah kibaran bendera finis.
Menanggapi celotehan sang bintang Ducati Lenovo Team sebelum lampu start GP Malaysia padam, Rivola berbicara blak-blakan kepada media penyiaran Spanyol, DAZN, untuk meluruskan asumsi liar yang beredar di paddock. "Sejujurnya, apa yang dikatakan Marquez tidak terlalu menarik perhatian saya. Permainan tim itu dimainkan di rumah," ujar petinggi asal Italia tersebut dengan nada menyindir.

Setelah jeda sejenak yang penuh arti, Rivola menambahkan kalimat penegas yang langsung mengarah pada dinamika internal kubu rival: "Mereka dimainkan di dalam keluarga..." Sindiran telak tersebut diyakini banyak pengamat sebagai pengingat langsung atas hubungan darah antara sang pembalap andalan Ducati dengan adiknya, Alex Marquez, yang sama-sama berada di lingkaran pabrikan Borgo Panigale.
Selain membahas perang urat saraf di luar lintasan, petinggi Aprilia itu juga memberikan pembaruan penting mengenai kondisi Jorge Martin yang terpaksa membatalkan niat tampil di Sepang akibat cedera retak tulang pergelangan tangan dari seri sebelumnya. "Dia telah melakukan segala cara untuk berada di sini, meski kami tahu itu akan sangat sulit. Sayangnya terkonfirmasi bahwa itu mustahil, karena lima atau enam hari tentu belum cukup untuk memulihkan tulang yang patah," jelas Rivola.
Sang pemuncak klasemen sementara dan rival terdekat perebutan gelar kini harus segera terbang kembali ke Spanyol guna menjalani pemulihan intensif demi menatap seri berikutnya di Sirkuit Lusail. Walau tantangan di Qatar diprediksi bakal berjalan jauh lebih berat, kubu Noale memastikan bahwa asa perburuan titel dunia belum sepenuhnya tertutup rapat sebelum perhitungan matematis akhir musim menyatakan habis.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!